::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali

Senin, 16 Mei 2016 19:02 Daerah

Bagikan

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali
Semarang, NU Online
Masjid Agung Jawa Tengah menjadi tempat ngaji rutinan Kitab Hidayaturrahman oleh Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (Kopisoda). HM. In'amuzzahidin membaca tafsir al-Baqarah ayat 1-5 selaku Ketua Kopisoda. Sebelum menjelaskan tafsir ayat Mbah Sholeh Darat, ia menerangkan faidah membaca surat al-Baqarah. 

“Siapa yang membaca surat al-Baqarah dalam rumah maka ia akan selamat godaan setan maupun bahaya sihir,” tuturnya.

Selain membaca Hidayaturrahman, Sekretaris Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini meneruskan membaca kitab Lathaif al-Thaharah wa Asrar al-Shalah bab fadlilah bulan Sya'ban, yang menjelaskan fadlilah nisfu Sya'ban. 

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi tasawuf Mbah Sholeh Darat oleh H Sulaiman Al-Kumayi (Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo). Ia menyampaikan bahwa Mbah Sholeh termasuk penganut tasawuf amali, yang lebih mementingkan amal. Mbah Sholeh menolak ajaran tasawuf falsafi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab Majmu' al- Syariat.

H Sulaiman mengutip pasal 123 dalam Matnu al-Hikam, KH Sholeh Darat berkata: "Hendaknya engkau mengurangi sesuatu yang membuat hatimu bahagia, harta benda atau lainnya, sehingga sesuatu yang membuatmu sedih semakin berkurang, baik perkara dunia atau lainnya". Sulaiman menerangkan bahwa ketika kebahagiaan terhadap harta duniawi itu sedikit saja, maka kesedihanmu saat tidak mendapatkan harta dunia juga akan sedikit.

"Sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan rusak, engkau akan bersedih ketika tidak bisa mendapatkannya," tambah Sulaiman.

Dalam ranah organisasi Kopisoda, Peneliti Mbah Sholeh Darat Muhammad Ichwan menjelaskan bahwa Kopisoda hadir untuk menampung pemikiran Mbah Sholeh dan kitab-kitabnya. Selain itu, warisan Ulama Nusantara dan nama besar ulama perlu untuk diangkat kembali. Dalam jangka panjang pengurus ingin menghidupkan kembali pesantren Sholeh Darat. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)