::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini yang Selalu Diwasiatkan KH Dimyathi Romly kepada Santri

Rabu, 18 Mei 2016 20:00 Daerah

Bagikan

Ini yang Selalu Diwasiatkan KH Dimyathi Romly kepada Santri
KH Ahmad Dimyathi Romly
Jombang, NU Online
KH Ahmad Dimyathi Romly merupakan pribadi yang banyak dikagumi masyarakat dan santri serta para jamaah Thariqah Qadiriyah wan Naqsabandiyah dengan dirinya sebagai Mursyid. Salah satu pengurus Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang, KH Zaimuddin Wijaya As’ad mengungkapkan wasiat yang selalu disampaikan Kiai Dim kepada para santri.

“Apa yang selalu diwasiatkan almarhum kepada santri? Yang harus terus dijaga para santri adalah akhlakul karimah," kata Kiai Zaim mengingat wasiat almarhum. Demikian pula para santri diharuskan untuk mencari keberkahan ilmu. 

"Biar pun ilmu yang didapat sedikit, asal berkah tentu akan lebih bermanfaat kepada diri dan masyarakat," ungkap Gus Zu'em, sapaan akrabnya. Tentu saja akan lebih baik kalau ilmunya banyak dan berkah, lanjutnya.

Bagi Kiai Zaim, Pesantren Darul Ulum sekarang memiliki banyak lembaga pendidikan formal dan sejumlah kelebihan yang layak dibanggakan. "Kiai Dimyati telah mewariskan banyak hal di pesantren ini," kata alumnus Universitas Gajah Mada tersebut. Tugas para kiai dan pimpinan di Darul Ulum, lanjutnya, adalah menjaga dan meneruskan prestasi yang telah ditorehkan Kiai Dimyati.

KH Dimyathi Romly meninggal, Rabu (18/5) sekitar pukul 13.00 WIB di RS Airlangga Jombang. Sebelumnya Kiai Dim menderita penyakit komplikasi, namun tetap beraktifitas, dan dirawat di kediamannya, namun sempat dirawat selama 4 hari di rumah sakit tersebut. 

Dalam keseharian, Kiai Dim yang merupakan alumnus IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel Surabaya ini mengasuh asrama putra-putri, Al-Husna. Dan jam 21.00 WIB malam ini jenazah dimakamkan di kawasan asrama Hidayatul Qur'ani atau Haqi. Selamat jalan Kiai Dim. (Ibnu Nawawi/Fathoni)