Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

EKSPEDISI ISLAM NUSANTARA (56)

Ekspedisi Islam Nusantara, Perjalanan Spiritual Sabang-Merauke

Sabtu, 28 Mei 2016 15:00 Nasional

Bagikan

Ekspedisi Islam Nusantara, Perjalanan Spiritual Sabang-Merauke
Salah satu tempat yang diziarahi Ekspedisi Islam Nusantara

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rumadi Ahmad berharap kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara untuk mendokumentasikan pengalaman perjalanan baik secara pribadi maupun tim, kemudian disajakan dengan baik untuk dinikmati khalayak.

“Tantangan perjalanan Ekspedisi Islam Nusantara, menurut saya, bagaimana hasil ini dinikmati orang. Apakah itu dalam bentuk tulisan, film, atau fotografi,” katanya saat kebetulan bertemu di bandara Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, ketika ia akan bertolak ke Jakarta Selasa sore (24/5).

Menurut dia, sajian dalam berbagai bentuk itu akan menjadi tolok ukur keberhasilan Ekspedisi Islam Nusantara. “Apa yang diperoleh dari pengalaman perjalanan tentan keragaman dari Sabang sampai Merauke dikemas disajikan ke masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat menyadari bahwa kita punya kekayaan yang luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengalaman yang diperoleh tim ekspedisi pasti sangat luar biasa karena bisa mendatangi tempat-tempat baru berinteraksi dengan orang-orang, melihat Islam yang tumbuh di berbagai tempat yang memiliki sejarah berbeda dengan tempat lain.

Selama ini, sambung dia, kita menyebut-nyebut Islam Nusantara, tapi jarang mendatangi, melihat langsung dan merasakan apa yang ada di lapangan. “Ini perjalanan spiritual yang bisa memperkuat spiritualitas dan keyakinan keislaman nusantara, sesuatu yang harus disyukuri,” kata Komisioner Komisi Informasi Pusat ini.  

Namun demikian, Ekspedisi Islam Nusantara ini harus dijadikan sebagai rintisan. Artinya, harus dilanjutkan dengan ekspedisi-ekspedisi lain dengan sasaran yang lebih khusus dan bisa dengan peserta berbeda, misalnya para santri. “Bagi saya, ekspedisi ini merajut Islam dari ujung barat sampai timur. Ini penting dilakukan. Dan menurut saya, kegiatan ini pertama kali dilakukan pemuda NU yang didukung PBNU,” pungkasnya.

Ketua Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mendengar langsung apa yang diharapkan Rumadi. Menurut Imam, memang target utama Ekspedisi Islam Nusantara adalah seperti itu.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini mengatakan, akan ditambahkan pula sajian yang dikemas dalam bentuk ensiklopdia. “Sajian itu nantinya akan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa,” katanya.

Sehingga, katanya, jika ada orang atau peneliti yang ingin mengetahui Islam Nusantara paling tidak bisa melihat foto, video, catatan perjalanan dan ensiklopedi karya dari Ekspedisi Islam Nusantara ini.

Ia menambahkan, dalam perjalanan ini, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu berziarah ke makam-makam wali, penyebar Islam, bersilaturahim dengan pemuka agama, mendatangi masjid, dan istana kerajaan Islam, serta pondok pesantren. (Abdullah Alawi)