::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

ZIARAH

Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing”

Senin, 30 Mei 2016 08:00 Nasional

Bagikan

Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing”
Temanggung, NU Online
Makam Kiai Subchi Parakan (wafat 1958), salah satu tokoh NU pejuang kemerdekaan, berada di kompleks pemakaman Islam Pakuncen, Kauman Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Kuburan ulama berjuluk “Kiai Bambu Runcing” ini berbaur dengan pemakaman umum desa setempat. Letaknya hanya sekitar 300 meter dari arah pasar Parakan.

Meski berada di kawasan yang cukup strategis, yakni di pusatnya kota kecil Parakan, peziarah yang belum pernah ke area makam tersebut akan kesulitan menemukan di mana letak persisnya makam kiai yang saat revolusi kemerdekaan sering didatangi Jendral Sudirman ini. Pasalnya, tidak ada penanda khusus yang membedakan makam Kiai Subchi dari makam-makam warga lainya, sebagaimana lazimnya makam para tokoh yang memiliki penanda cungkup atau bangunan khusus lainnya. Satu-satunya penanda adalah identitas nama yang tertulis di batu nisannya.

Baca: KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

Pada Jumat (27/5) nyaris pukul 17.00 WIB, area makam Pakuncen tampak sepi. Hanya satu dua orang sedang bersih-bersih di makam keluarganya, serta beberapa anak desa setempat sedang bermain. Berkat petunjuk warga itu pula NU Online bisa menemukan letak makam Kiai Subchi, setelah sebelumnya mencoba menelusuri sendiri posisi makam Kiai Subchi tapi tidak berhasil. Menurut penuturan warga yang mengantar kami, biasanya makam Kiai Subchi ini juga kerap didatangi para peziarah.

Tidak begitu jauh dari Kauman Parakan, kira-kira 500 meter, berdiri pondok pesantren "Kyai Parak Bambu Runcing" yang didirikan oleh KH Muhaiminan Gunardho. Petang menjelang maghrib suasana pondok ini sedang senyap karena beberapa waktu lalu telah melangsungkan haflah akhir tahun dan kini telah memasuki waktu liburan. Cuma beberapa santri yang masih tampak.

Hubungan antara pesantren ini dengan Kiai Subchi memang sangat erat. Tapi pendiri pesantren ini bukan Kiai Subkhi, melainkan KH Muhaiminan Gunardho,  putra KH Raden Sumomihardho. Nama terakhir ini adalah tokoh dan rekan Kiai Subchi pada masa revolusi mempertahankan kemerdekaan yang merupakan penggerak laskar pejuang dari berbagai elemen kelaskaran terutama pasukan Hizbullah. Pada masa kemerdekaan itu, bersama kiai Subkhi, Kiai Raden Sumomihardho juga kerap dimintai memberi doa dan asma' pada bambu runcing dari para pejuang yang datang dari berbagai daerah.

Sementara, kaitan pesantren Kyai Parak Bambu Runcing dengan Kiai Subchi dipertemukan dalam hubungan pernikahan. Istri KH Muhaiminan Gunardho merupakan putri dari Kiai Subchi. (M Haromain/Mahbib)