::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

Rabu, 08 Juni 2016 01:30 Daerah

Bagikan

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal
Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian lokal Tribun Jateng membuka konsultasi syariah melalui rubrik “Halaqah”. Rubrik ini dikemas dalam format interaksi tanya jawab seputar ibadah Ramadhan yang hadir di halaman "Happy Ramadhan" tiap hari selama bulan puasa 1437 Hijriah. 

Kerja sama ini telah terbangun sejak tahun kemarin. Di bawah koordinasi Departemen Pendidikan, Kajian dan Pelatihan RMINU Jateng, rubrik ini diisi para kiai dari pesantren. KH Fadhlullah Turmudzi, penanggung jawab program ini menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian perhatian pesantren untuk masyarakat.
 
"Walaupun sudah banyak sumber pengetahuan yang mudah kita dapatkan, kita masih butuh bimbingan dari kiai-kiai pesantren," papar Gus Fad sapaan akrab KH. Fadhlullah Turmudzi yang juga pengasuh Pondok Pesanten APIK Kaliwungu Kendal, Selasa (7/7).
 
Selain itu, lanjut Gus Fad, masih banyak peran dan fungsi pesantren terhadap masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia harus mampu memberikan warna tersendiri terhadap perjalaan bangsa ini. Berbagai fenomena kekerasan seksual, penyalahguanaan narkoba, pembunuhan, dan sebagainya perlu mendapat kajian dari pesantren bagaimana pesantren berperan dan bersikap.
 
Gus Fad juga mengingatkan kepada pesantren-pesantren untuk menguatkan perannya di masyarakat. "Nguri-nguri ngaji posonan harus selalu menjadi tulang punggung santri di berbagai daerah. Semangat untuk tetap mencari ilmu dengan niat tabarrukan harus menjadi nafas para santri" kata dia. (M. Zulfa/Zunus)