::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat

Kamis, 09 Juni 2016 09:16 Daerah

Bagikan

Innalillahi, KH Wildan Abdul Hamid Mustasyar PWNU Jateng Wafat
KH Wildan Abdul Hamid/Facebook Gus Mus
Semarang, NU Online
Kabar duka datang dari Kendal, Jawa Tengah. KH Wildan Abdul Hamid merupakan adik dari Abuya KH. Ahmad Abdul Hamid berpulang ke Rahmatullah, Kamis (9/6) pukul 03.00 WIB dini hari di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Kiai yang lahir tahun 1931 meninggal karena faktor usia yang sudah sangat sepuh.

"Subuh ini mendengar berita: saudaraku dan murid kesayangan ayahku KH. Wildan Abdul Hamid Kendal telah dipanggil kehadirat Allah SWT. Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni segala kesalahannya",  tulis KH Ahmad Mustofa Bisri di akun Facebook pribadinya.

Selain itu, Gus Mus juga mendoakan semoga keluarga dan para santrinya sabar dan ikhlas serta mampu melanjutkan ajaran dan perjuangannya. Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin merupakan warisan untuk diteruskan para keluarganya. Selain itu, Kiai Wildan memiliki pengajian rutin kitab Ihya' Ulumuddin tiap Selasa pagi untuk kiai-kiai muda dan bapak-bapak, sedangkan untuk ibu-ibu dan remaja putri beliau mengaji Tafsir al-Ibriz KH Bisri Mustofa dan Mujarrobat Mbah Sholeh Darat.

Kiai Wildan juga masih tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa khidmah 2013-2018, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kendal, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kendal.

"Kesan yang bisa saya tanggap dari beliau adalah kesederhanaan dan sangat ta'dzim kepada kiai-kiai sepuh," ungkap KH. Asro'i Thohir salah satu menantu.

Kiai Wildan meninggalkan Hj. Faizah (istri) dengan delapan putra-putri yaitu Wahidah Ghodif, Rohmah, Fauziyah, Robiatul Adawiyah, Nur Azizah, Atikah, Nihayah dan Muhammad Farid Fadh. Rencana pemakaman nanti ba'da Ashar awal di maqbarah Grabag Kendal. (M. Zulfa/Fathoni)