::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jadi Pengurus NU, Jangan Ada Tendensi Kepentingan Pribadi

Selasa, 26 Juli 2016 07:09 Daerah

Bagikan

Jadi Pengurus NU, Jangan Ada Tendensi Kepentingan Pribadi
Banyuwangi, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi resmi melantik pengurus baru Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/7), di halaman Masjid Al-Amien, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

Ketua baru MWCNU Gambiran, Ali Mustofa, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan NU Gambiran ke depan lebih baik dari pada periode sebelumnya. Ali juga meminta dukungan semua pihak dalam mengemban amanat yang berat.

Ali berjanji akan melaksanakan kepemimpinan sebaik-baiknya, walau tidak tahu bagaimana nanti hasilnya. Pria 41 tahun yang juga pengajar di SMPN 2 Tegalsari ini mengibaratkan perjuangannya seperti layaknya burung pipit saat berjuang membantu mengambil air setetes demi setetes untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Burung pipit tidak tahu bagaimana hasilnya, namun ia tetap berjuang karena yang terpenting adalah yang sungguh-sungguh dan ikhlas, hasil ia serahkan sepenuhnya pada pemilik takdir, Allah SWT.

Sekretaris PCNU Banyuwangi Guntur Al-Badri Guntur Al-Badri yang memimpin prosesi pelantikan itu menyampaikan pentingnya berkhidmah dengan ikhlas dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Menjadi pengurus NU, katanya, tidak sepatutnya dihinggapi tendensi, ambisi atau kepentingan pribadi, dalam hal ini menginginkan jabatan prestisius di luar NU, seperti jabatan politik maupun posisi di pemerintahan. Kalaupun hal itu didapat, harus bersifat alamiah sebagai bentuk barokah mengurusi NU. Guntur juga mengisahkan perjalanan karir organisasinya sejak menjadi pengurus IPNU hingga sekarang menjadi sekretaris PCNU Banyuwangi.

“Pengurus MWC dari Mustasyar sampai kepada lembaga di MWC harus tahu dan mempunyai tujuan yang sama dari Nahdlatul Ulama sesuai AD/ART, kalau tidak tahu tujuan, niatnya bisa salah dan pasti di dalam perjalanannya isinya hanya nggresulo (mengeluh), isinya loro ati (sakit hati),” tegas Guntur yang pernah menjadi Ketua PC IPNU Banyuwangi ini.

Acara pelantikan juga diisi Pengajian Akbar Halal Bihalal oleh KH Abdul Ghoffar (Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi) yang dihadiri ratusan Nahdliyin dari berbagai unsur. Kegiatan makin semarak dengan penampilan para santri Taman Pendidikan AlQuran (TPQ) pada pra-acara, mulai dari shalawatan, tartil qur’an, hingga menyanyikan lagu-lagu qashidah anak.

Dalam sambutan lain, Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Abdul Ghoffar menyampaikan hikmah berhalal bihalal dan silaturahim. Ia mengatakan, manusia pasti tidak terlepas dari dosa, namun sebaik-baik manusia yang berdosa adalah yang bersegera menuju pengampunan Allah. Karena Allah akan mengampuni semua dosa (kecuali syirik) selagi manusia itu bertobat dengan sesungguhnya.

Kepengurusan MWCNU Gambiran kali ini adalah hasil rapat pleno Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah tingkat MWCNU dan Ranting se-Kecamatan Gambiran dengan memilih ketua tanfidziyah baru yang mengisi jabatan antarwaktu setelah wafatnya Ketua MWCNU sebelumnya, Heri Setiyono. Selain pelantikan MWCNU, dalam acara ini juga dilaksanakan Pelantikan Pengurus Anak Cabang GP Ansor Gambiran oleh ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Syukron Makmun Hidayat. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)