::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tingkatkan Peran, UNU Indonesia Bangun Gedung Baru

Rabu, 10 Agustus 2016 12:45 Nasional

Bagikan

Tingkatkan Peran, UNU Indonesia Bangun Gedung Baru
Prosesi potong tumpeng oleh Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (Foto: Ahmad Labieb)
Jakarta, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia membangun gedung baru sebagai pengembangan sarana dan prasarana persis di belakang kampus lama, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 5, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Prosesi peletakan batu pertama digelar di kampus UNU Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8), dan disaksikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa) Eko Putro Sandjojo, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, sejumlah pengurus harian PBNU serta petinggi negara dan DKI Jakarta.

Ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi Nahdaltul Ulama (BPPTNU) KH Mujib Qulyubi menjelaskan bahwa proyek pembangunan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas gedung seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.

Mujib bercerita, karena terbatasnya ruangan, pihak UNU Indonesia terpaksa mengatur jadwal perkuliahan dibuka hingga malam hari. “Bahkan sampai jam dua belas malam,” ujar Katib Syuriyah PBNU ini. Ia berharap, bangunan gedung yang rencananya setinggi empat lantai ini mampu memotivasi pihak kampus dan mahasiswa untuk semakin maju di dunia pendidikan.

UNU Indonesia resmi mendapat izin operasional pada tanggal 18 Juni 2015, bertepatan dengan 1 Ramadlan 1436 Hijriyah. Kampus yang biasa disebut Unusia ini memiliki 10 program studi, antara lain Sosiologi, Akuntansi, Ilmu Hukum, Pendidikan PAUD, Psikologi, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Industri, Teknologi Agroindustri.

KH Said Aqil Siroj mendorong UNU Indonesia mampu menjadi pilar penjaga Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah tantangan global dan radikalisme mengatasnamakan agama. Ia bersyukur perguruan tinggi NU terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu NU berhasil membangun 24 UNU, tahun ini bertambah empat perguruan tinggi, jadi total 28. Insyaallah akan terus bertambah,” paparnya disambut tepuk tangan hadirin.

Seremoni peletakan batu pertama ini dibuka dengan pembacaan tahlil dan istighotsah bersama segenap civitas akademika UNU Indonesia dan STAINU Jakarta, dan dipungkasi dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar. (Mahbib)