::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Khofifah: Sumber Penguatan Iman adalah Keshalehan Sosial

Sabtu, 20 Agustus 2016 13:01 Nasional

Bagikan

Khofifah: Sumber Penguatan Iman adalah Keshalehan Sosial
Bogor, NU Online
Menteri Sosial RI yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Khofifah Indar Parawansa menjelaskan peran manusia dalam pengelolaan alam yang akhir-akhir ini kerap terjadi bencana. Manusia harus memperbanyak peran sosialnya sebab ia adalah makhluk sosial, bukan soliter. 

Prinsip ini disampaikan oleh Khofifah dalam memberikan pemantapan kepada para relawan bencana alam yang tergabung dalam Taruna Tanggap Bencana (Tagana) binaan Kemensos pada Kamis (18/8) di Bogor, Jawa Barat. 

Dalam kegiatan yang sekaligus memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia tanggal 19 Agustus ini, Kemensos yang juga menggandeng Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) ini menyampaikan bahwa ketika seseorang membantu orang lain, itu sesungguhnya sedang memperkuat penghambaannya kepada Allah SWT.

“Ini keshalehan sosial yang menjadi penguatan keimanan manusia kepada Tuhannya,” ujar Khofifah memberikan motivasi di hadapan para relawan bencana.

Saat ini, lanjut mantan Ketua PMII Surabaya ini, terdapat 323 kabupaten/kota yang mempunyai risiko tinggi terhadap kemungkinan terjadinya bencana menurut data yang diperolehnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan potensi bencana ini, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian sehingga memerlukan sinergi dengan relawan maupun lembaga bencana dan kemanusiaan.

“Dampak bencana itu terjadi di segala aspek, baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Jika semua ini tidak terlayani dengan, maka akan timbul bencana kemanusiaan,” jelas Khofifah.

Sebab itu, tandasnya, para relawan yang mendapat pelatihan terkait penanggulangan bencana ini diharapkan ketika kembali ke daerahnya masing-masing, dapat menularkan ilmunya sehingga dapat membantu dalam setiap permasalahan sosial dan bencana. Karena menurutnya, kemerdekaan adalah bagaimana memanusiakan manusia. (Fathoni)