::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Napak Tilas Mengenang Perjuangan KH As'ad Syamsul Arifin Usir Penjajah

Selasa, 30 Agustus 2016 14:30 Nasional

Bagikan

Napak Tilas Mengenang Perjuangan KH As'ad Syamsul Arifin Usir Penjajah
KH As'ad Syamsul Arifin.
Jember, NU Online
Almarhum KH As'ad Syamsul Arifin bukan sekedar ulama, tapi juga pejuang. Beliau turun langsung ke medan jihad untuk memaksa serdadu Jepang angkat kaki dari bumi Jember. Adalah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono yang menjadi markas utamanya dalam menyusun strategi dan melancarkan serangan untuk melumpuhkan penjajah.

Suatu ketika, Kiai As'ad memimpin para pejuang lain untuk menyerang serdadu Jepang di Garahan, Kecamatan Silo, dengan bergerilya.

Berangkat dari Sumberwringin, Kiai As'ad menyusuri jalan puluhan kilometer, naik turun lembah,  menembus hutan belantara dan menyeberang sungai.  Gerilya Kiai As'ad rupanya tercium musuh. Belum sampai setengah perjalanan, Kiai As'ad dan pasukan dicegat serdadu Jepang, tepatnya  di sungai Kramat. 

Pertempuran tak bisa dihindari, namun Kiai As'ad bisa mengatasi. Para serdadu Jepang itu lari tunggang langgang ke tengah hutan.  Akhirnya, beliau tiba di Garahan. Namun serdadu Jepang di situ, rupanya sudah ciut nyalinya menyusul kegagalan rekannya mencegat Kiai As'ad di sungai Kramat. 

"Akhirnya di Garahan, serdadu Jepang berhasil diusir tanpa peperangan. Konon meraka hanya diultimatum; segera pergi, atau diserang," tukas Ustadz Fauzi, Ketua Panitia Bidang Perlengkapan kegiatan Napak Tilas Kiai As'ad  di Sukowono, Senin (29/8).

Fragmen perjalanan heroik Kai As'ad di atas diperingati dengan napak tilas yang akan digelar tanggal 9-10 Nopember 2016.

Menurut Ustadz Fauzi, napak tilas tersebut merupakan pengingat bahwa Kiai As'ad juga seorang pejuang yang berjasa dalam mengusir penjajah. Oleh karena itu, kata dia, sesungguhnya pesantren, kiai dan santri mempunyai saham yang tidak sedikit dalam memerdekakan Indonesia. Itu fakta yang tidak bisa dibantah. 

"Insyaallah nanti, pengasuh Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah, Situbondo, KH. Azaim Ibrahimy, yang juga cucu Kiai As'ad akan mengawal dan berada di barisan terdepan dalam napak tilas itu. Kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri oleh dua orang Menteri RI," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)