::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kuliah Umum UNUSIA dan STAINU Jakarta Bahas Pancasila dan Kesadaran Politik

Senin, 05 September 2016 17:30 Nasional

Bagikan

Kuliah Umum UNUSIA dan STAINU Jakarta Bahas Pancasila dan Kesadaran Politik
Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar kuliah umum di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (5/9) siang. 

Hadir sebagai pembicara adalah Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia, Gumilar Rosliwa Somantri. Alumni Universiteit Bielefeld, Jerman dan Rektor UI itu membawakan tema ‘Pancasila dan Kesadaran Politik’. 

Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif memaparkan, kuliah umum ini bertujuan membekali dan mengingatkan mahasiswa, bahwa selama di kampus mereka akan mempelajari satu bidang ilmu, tetapi juga tidak lepas dari karakter ahlussunah wal jamaah, yang salah satunya adalah berperan dan peduli dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Wawasan akan kehidupan berbangsa, akan membentuk sikap dan perilaku mahasiswa baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat,” terang pria yang juga Ketua PBNU itu.

Sementara itu, Rektor Unusia M. Maksoem Mahfoedz mengatakan, kesadaran tentang Pancasila bagi mahasiswa merupakan hal yang sangat penting. Ia menceritakan salah satu pengalamannya sebagai dewan dosen di sebuah kampus, di mana para mahasiswanya berbalikan sikap dengan yang diajarkan dan menjadi prinsip Pancasila. 

Alih-alih menjaga Pancasila, para mahasiwa itu malah menentang dan mengharamkan Pancasila. “Padahal nilai mata kuliah Pancasila mereka A,” sesal Wakil Ketua Umum PBNU ini.

Guru Besar UGM ini kemudian mengatakan, sebagai warga NU, mahasiswa Unusia dan STAINU Jakarta sangat penting untuk memegang dan menjaga Pancasila.

Sebelum mengakhiri sambutan, Prof Maksoem meneriakkan dengan penuh semangat, “Siapa kita?” yang disambut meriah hadirin, “NU.” Kemudian, “NKRI” yang dijawab “Harga mati!” 

Selanjutnya, “Pancasila!” Dijawab, “Jaya!”

Ruangan tempat berlangsungnya acara pun menjadi gemuruh. Lebih-lebih setelah Prof Maksoem berteriak lantang, “Kampus kita….” 

Teriakan itu pun disambut tak kalah lantangnya oleh hadirin, “Kampus Nusantara, kampusnya NU, santri, dan rakyat Indonesia!”

Selain mahasiswa dan dosen STAINU Jakarta dan Unusia, sejumlah tokoh NU turut hadir dalam kuliah umum tersebut, termasuk Katib Syuriyah PBNU, KH Mujib Qulyubi, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand, H Alee Mateh, dan Pembantu Ketua (Puka) I Bidang Akademik STAINU Jakarta, Imam Bukhori. (Kendi Setiawan/Fathoni)