::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Delanggu Gelar Sosialisasi Pengelolaan Hewan Kurban

Rabu, 07 September 2016 14:01 Daerah

Bagikan

GP Ansor Delanggu Gelar Sosialisasi Pengelolaan Hewan Kurban
Klaten, NU Online
GP Ansor Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Secara Syar'i, Selasa (6/9). Sekitar 25 Personil Banser Satkoryon Delanggu turut berpartisipasi mengamankan acara yang diikuti oleh warga setempat itu.

Kegiatan yang bertempat di Gedung Yatim NU Al-Uswah Delanggu ini dihadiri oleh sekitar 70 perwakilan Takmir Masjid dan jagal hewan kurban di wilayah Kecamatan Delanggu. Acara ini menghadirkan tiga narasumber antara lain, KH Wahib Adib dari Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Agus Jaka Sriyana dari Subdin Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten serta Ustadz H. Basyaril Mahmud praktisi Jagal Kecamatan Delanggu.

"Kami menyelenggarakan acara ini berangkat dari pemikiran bahwa praktik pengelolaan hewan kurban di masyarakat khususnya di wilayah Delanggu masih banyak yang kurang tepat, sebagai contoh dalam menyembelih  hewan kurban, hewan harus menghadap kiblat dengan posisi kepala berada di arah selatan, selama ini banyak yang kurang memperhatikan hal ini," terang Affandi, Ketua Panitia kegiatan ini.

Sementara itu narasumber pertama, yang juga merupakan salah satu Rais PCNU Kabupaten Klaten,  KH Wahib Adib menyampaikan tentang pengelolaan kurban menurut Jumhur Ulama (pendapat mayoritas Ulama), termasuk didalamnya hukum dan syaratnya. Narasumber kedua Agus Jaka Sriyana menyampaikan pentingnya mengelola hewan qurban dengan pedoman ASUH yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Agus juga mengingatkan para panitia hewan kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam guna membungkus daging hewan kurban yang telah disembelih karena kantong plastik hitam dapat mencemarkan daging dengan zat berbahaya yang membuat kondisi daging tak lagi sehat. Sedang narasumber terakhir, Ustadz H. Basyaril Mahmud mempraktikkan beberapa metode yang umum digunakan untuk merobohkan sapi secara cepat dan tepat.

"Harapan kami semoga para jagal dan perwakilan takmir masjid se-Kecamatan Delanggu yang hadir pada malam hari ini dapat mempraktikkan dan menyampaikan aturan-aturan pengelolaan hewan kurban sesuai syariat Islam kepada masyarakat atau jamaah di desanya masing-masing," tambah Affandi. (Red: Fathoni)