::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah

Kamis, 20 Oktober 2016 00:22 Daerah

Bagikan

Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah
Cianjur, NU Online
Pengurus Cabang Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggelar bedah buku “Ulama Jumhur Cianjur”. Buku buah karya H.Rudy Asyari tersebut memuat jaringan alim ulama di kabupaten tersebut.

Buku tersebut juga mengungkap pola dakwah dan transmisi ilmu yang dibentuk melalui lembaga-lembaga pesantren, dan menunjukkan kekayaan intelektual para alim ulama dalam bentuk tulisan atau kitab.

Namun, Ketua C GP Ansor Cianjur Dedi Suherli menyayangkan peran dan kitab-kitab karya para ulama jumhur Cianjur ini belum terpublikasi dengan baik. Hal ini karena langkanya penelitian dan kajian.

"Ke depan GP Ansor Cianjur akan mengambil salah satu concern kajian pada kitab-kitab karya para ulama lokal ini," sambung Dedi pada bedah buku Senin (17/10).

Dedi juga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur mendukung berbagai program tersebut sebab bagaimanapun peran kiai dan pondok pesantren cukup vital dalam pembangunan kebudayaan masyarakat. Hal ini selaras dengan visi Cianjur, maju dan agamis.

Bedah buku tersebut adalah salah satu dari rangkaian peringatan Hari Santri. Kegiatan lain, festival seni budaya santri di tiap zona (Cianjur selatan, tengah dan utara), lomba membaca kitab kuning (batsul qutub).

Juga akan berziarah ke makam-makam alim ulama kharismatik Cianjur, serta Kirab Resolusi Jihad dari mulai jembatan Citarum ke Pondok Pessantren Al Ittihad Rawabango, dilanjutkan mengantar panji NU ke perbatasan Bogor. Direncanakan puncaknya pada tanggal 22 Oktober digelar apel santri dan parade drumband, kemudian ditutup dengan istighosah kubro. (Eddie Suryadinata/Abdullah