::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Semarang Bedah Buku Biografi KH Sholeh Darat

Kamis, 20 Oktober 2016 01:16 Daerah

Bagikan

NU Semarang Bedah Buku Biografi KH Sholeh Darat
Semarang, NU Online
Buku baru berjudul "KH Sholeh Darat Al Samarani, Maha Guru Ulama Nusantara" karya Amirul Ulum dibedah oleh peneliti Balai Litbang Agama Kemenag Semarang Samidi Khalim di kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Rabu (19/10). Bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan hari santri PCNU Kota Semarang yang bekerja sama dengan PKPI2 Unwahas.

"Kami ikut berbangga hati, kampus Unwahas dijadikan tuan rumah bedah buku Mbah Sholeh Darat. Semoga ada berkah untuk kampus," tegas Rektor Unwahas Mudzakir Ali.

"Unwahas berdiri tahun 1999 dengan wasilah makam mbah Sholeh selama 40 hari sesuai nasehat KH. Abdurrahman Wahid," tambah H. Mudzakir.

Mbah Sholeh merupakan ulama lintas aliran yang melahirkan murid-murid yang menjadi tokoh agama dan berjiwa nasionalis.

"Buku ini adalah hadiah hari santri dan sekaligus menguatkan posisi Mbah Sholeh Darat sebagai ulama internasional," kata penulis buku, Amirul Ulum.

Banyak ajaran-ajaran Mbah Sholeh Darat yang hingga sekarang dijalani masyarakat. Kitab-kitab yang dikaryakannya juga masih dijadikan rujukan di pondok pesantren dan madrasah. "Ini menunjukkan bahwa berkah Mbah Sholeh Darat sangat abadi dan masih bisa dinikmati' kata Ulum. Banyak murid-murid Mbah Sholeh yang menjadi tokoh nasional, lanjutnya, semacam RA Kartini, KH Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

"Buku karya Mas Ulum ini patut menjadi rujukan kajian biografi ulama Nusantara," kata Samidi. Masih banyak orang yang belum mengenal biografi Mbah Sholeh Darat. Sehingga, kehadiran buku ini mampu melengkapi karya-karya sebelumnya yang membahas Mbah Sholeh dari berbagai sudut keilmuan.

Keluarga besar Mbah Sholeh Darat pun menyambut baik hadirnya buku baru ini. "Semakin banyak orang yang mengkaji Mbah Sholeh menandakan ilmu beliau masih membekas untuk umat," kata Agus Taufiq, buyut Mbah Sholeh Darat. Di sisi lain, dzuriyah Mbah Sholeh Darat berharap kepada PCNU Kota Semarang menjadi penggerak ajaran Mbah Sholeh Darat. "Kita harap ke depan, PCNU Kota Semarang mampu menjadi garda depan penyebar ajaran Mbah Sholeh Darat," tegas Agus Tiyanto yang juga dzuriyah Mbah Sholeh. (Zulfa/Mahbib)