::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat

Jumat, 11 November 2016 03:00 Ubudiyah

Bagikan

Empat Penyelamat Fitnah Dunia Menurut KH Sholeh Darat

Suasana ingar-bingar dan keriuhan "kekuasaan" membuat orang lupa makna ukhuwah. Seakan kekuatan manusia hinggap melebihi kemampuan dan taqdir Tuhan. Lalu bagaimana para masyayikh memberikan wejangan bagi para santri?

KH Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani yang akrab dikenal dengan sebutan Mbah Sholeh Darat memberikan penjelasan yang menyejukkan agar hidup selamat di dunia dan terhindar dari fitnah kejahatan dunia.

Dalam kitab Minhajul Atqiya' fi Syarhi Ma'rifatil Adzkiya' ila Thariqatil Auliya halaman 99, Mbah Sholeh Darat menjelaskan dua bait nadzam karya Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad Al Malibari.

Kitab ini selesai ditulis oleh Mbah Sholeh Darat pada waktu ashar tanggal 11 Dzulqa'dah 1316 H (Kamis Pon, 23 Maret 1899 M). Isi kitabnya sangat luar biasa tentang ilmu tasawwuf dan kewalian.

Ada empat hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam menghadapi fitnah kejahatan dunia dalam rangka membuat langkah selamat hidup di dunia. Ini semua dilakukan sebagai antisipasi agar selama hidup di dunia tetap dalam kondisi tenang dan tidak merasakan kesusahan.

Apa empat hal yang dimaksudkan oleh Mbah Sholeh Darat sebagaimana pendapat Syaikh Zainuddin Al Malibari?

Pertama, memberi maaf atas kebodohan manusia. Ketika ada orang bodoh yang tidak memberikan hormat pada manusia, maka tugas kita adalah memaafkan. Itu semua dalam rangka memahami bahwa kebodohan seringkali membuat orang lain menjadi susah. Jikalau mereka tidak bodoh, maka tidak akan membuat orang susah.

Kedua, jangan sampai menjadi orang bodoh terhadap hak-hak manusia. Kondisi bodoh akan membuat suasana hidup yang tidak nyaman. Bahkan kadang kebodohan yang dimilikinya akan menjadi alat untuk menghina orang lain (yang seharusnya lebih pandai).

Ketiga, harus konsisten dalam hidup dan jangan sekali-sekali berharap pemberian orang. Tampaknya ini jelas memberikan dorongan bahwa hidup dengan bergantung pada orang lain akan membuat tidak produktif.

Keempat, jadilah dermawan (ahli memberi kepada orang lain). Nasehat menjadi dermawan inilah yang membuat jatidiri manusia sejati itu muncul karena menghormati dirinya sendiri.

Bagi Mbah Sholeh Darat, empat hal ini penting untuk dijalani dengan baik. Sebab jika dilaksanakan dengan baik, maka kita akan mendapatkan kasih sayang dari manusia dan terselamatkan dari kebencian manusia.

"Barangsiapa yang tidak melaksanakan empat hal ini,  maka pasti terjadi konflik (padu tukar) yang menyebabkan lahirnya fitnatunnas (fitnah manusia)," demikian penegasan Mbah Sholeh Darat.

M. Rikza Chamami, Dosen UIN Walisongo & Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang