::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cawagub DKI Jakarta Ziarahi Makam Tebuireng

Sabtu, 12 November 2016 22:17 Nasional

Bagikan

Cawagub DKI Jakarta Ziarahi Makam Tebuireng
Jombang, NU Online
Wakil Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke SMA Pesantren Sains (Trensains) Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jumat (11/11). Setelah itu, dia melaksanakan shalat Jumat dan berziarah ke kompleks makam Pesantren Tebuireng.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian safari hari pahlawan yang dilaksanakan sejaksehari sebelumnya. Sebelum ke Tebuireng, mantan Wali Kota Blitar ini berziarah ke Makam Proklamator RI Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Kamis (10/11) petang.

Saat berdialog dengan siswa SMA Trensains, Djarot menyampaikan kekagumannya atas prestasi yang dicapai. "Baru berdiri tiga tahun, tapi sudah mencetak 46 prestasi baik nasional, internasional maupun regional. Dalam tiga tahun lagi, saya yakin pasti lebih banyak prestasi yang diukir," ujarnya.

Djarot sempat mengungkapkan kekagetannya saat melihat data siswa sekolah tersebut meraih medali emas dalam ajang International Matemathics Contest di Singapura. "Jangan remehkan pondok pesantren. Jangan remehkan Trensains," ujarnya.

Saat ditanya apakah kunjungannya tersebut dalam rangka meraih simpati warga NU, Djarot tegas membantah. Saat didesak oleh wartawan, suami Happy Farida ini tetap berkukuh bahwa kunjungannya tidak terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. "Ini murni dalam rangka ziarah untuk menapaktilasi hari pahlawan. Karena kita tahu bahwa hari pahlawan tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim Asy'ari," tegasnya.

Senada dengan Djarot, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid juga menyampaikan hal serupa. "Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilgub DKI," ujar Gus Sholah, sapaan akrabnya.

Adik kandung Gus Dur ini menegaskan, kompleks maqbaroh (makam) Pesantren Tebuireng adalah tempat disemayamkannya tiga tokoh besar yang perannya telah tercatat dalam sejarah. Ada KHM Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Karena itu, Pesantren Tebuireng senantiasa terbuka untuk semua peziarah, dari berbagai kalangan dan latar belakang," ujarnya.

Gus Sholah memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang berusaha mengingat dan menghargai peran KHM Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan RI, khususnya terkait dengan lahirnya fatwa Resolusi Jihad yang memicu perlawanan heroik kaum santri dalam pertempuran 10 November yang kemudian diperingati sebagai hari pahlawan.

"Semoga momen lahirnya Resolusi Jihad dan peran penting kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan dapat segera dimasukkan ke dalam pelajaran sejarah. Pasalnya, fakta sejarah tersebut selama ini seakan ditutupi dari catatan sejarah yang diajarkan kepada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan," imbuh Gus Sholah.

Usai doa bersama di Kompleks Makam Tebuireng, Djarot mengakhiri kunjungannya dengan tabur bunga. Selanjutnya, Djarot bersama rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Bung Tomo di Ngagel, Surabaya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)