::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perkuat Iklim Islami di Kelas Unggulan Madrasah Tsanawiyah

Jumat, 02 Desember 2016 01:18 Kajian Keagamaan

Bagikan

Perkuat Iklim Islami di Kelas Unggulan Madrasah Tsanawiyah
ilustrasi: shalat jamaah di sekolah (http:mius.sch.id)
Jakarta, NU Online 
Madrasah yang menerapkan kelas unggulan memperkuat terciptanya iklim keagamaan yang lebih Islami. Seperti di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung. Penyelenggaraan budaya madrasah yang religius di MTsN 2, sebagaimana laporan penelitian dari Puslitbang dan Diklat Kemenag (2016), diantaranya diterapkan dengan adanya pelajaran tahsin tilawah bagi siswa baru, yang sistem pengajarannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.

Berikutnya shalat Dzuhur berjamaah setiap hari, menghafal doa-doa dan melakukan praktik ibadah yang ditunjukkan dengan buku BPI (Buku Praktek Ibadah). Buku ini dipakai sebagai buku petunjuk bagi siswa dan sekaligus sebagai bukti bahwa siswa telah menghafal doa-doa dan melakukan beberapa praktik ibadah dengan cara mengecek hafalannya kepada guru pembimbing.

Selanjutnya siswa diajak menyimak dan mengikuti bacaan Al-Qur’an lewat kaset di awal pelajaran (jam pertama) selama kurang lebih 10 menit, dan menciptakan suasana islami.

Suasana islami senantiasa diupayakan semaksimal mungkin untuk dilakukan baik antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru/karyawan TU, maupun guru dengan guru/karyawan TU. Suasana islami bisa dilihat lewat perkataan, sentuhan, sikap dan perilaku diantara siswa dan guru /karyawan TU. Suasana islami ini juga diciptakan melalui pendengaran dan penglihatan.

Contoh penerapan suasana islami melalui perkataan, siswa dibiasakan untuk mengucapkan salam pada saat bertemu dan berkata yang baik terhadap kawannya maupun guru/karyawan TU. Melalui sentuhan seperti guru menunjukkan pendekatan empati terhadap siswa dan rasa sayang terhadap mereka; termasuk juga siswa menunjukkan hormat kepada guru.

Melalui sikap dan perilaku siswa dibiasakan untuk bersalaman dengan guru dan mencium tangannya pada saat memasuki pintu gerbang sekolah atau kelas dan juga setelah selesai pelajaran sekolah. Melalui pendengaran, setiap waktu istirahat siswa diperdengarkan lagu-lagu bernafaskan Islam melalui  kaset. 

Ada pun melalui penglihatan penerapan suasan islami dilakukan di mana setiap kelas dihiasi tulisan ayat Al-Qur’an, hadits, kaligrafi dan poster-poster pahlawan. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)