::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jauhi HIV/AIDS, Bukan Orangnya

Jumat, 02 Desember 2016 05:03 Daerah

Bagikan

Jauhi HIV/AIDS, Bukan Orangnya
Foto: ilustrasi (shutterstock).
Jombang, NU Online 
Jombang Care Center (JCC) mendorong sejumlah elemen masyarakat agar memiliki persepsi yang baik bahwa penderita HIV-AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) bukan orang yang harus dijauhi.

Muhammad Fuad, Pengurus JCC bagian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mengungkapkan, tak sedikit masyarakat, khususnya di Kabupaten Jombang yang masih mempunyai anggapan negatif terhadap keberadaan ODHA, dan anggapan demikian seringkali memicu sikap diskriminasi, acuh atau takut. 

"Untuk itu, selama ini kita serius melakukan sosialisasi, memberikan informasi dan edukasi kepada warga masyarakat, khususnya di Jombang ini bahwa ODHA bukanlah orang harus dijauhi," katanya, Kamis (1/12/2016). 

Dijelaskan, penularan virus HIV-AIDS tidak semudah seperti anggapan banyak orang pada umumnya yang menjadi sebab timbulnya sikap diskriminasi itu. Namun memang ada tiga pemicu utama yang penularan virusnya bergerak cepat, yaitu cairan klamin, darah dan Asi. 

"Jika tidak berinteraksi diantara yang tiga itu, no, tidak akan menular," jelasnya. 

Meski keringat dan ludah ODHA yang menyebar, lanjut dia, juga akan menjadi penyebab proses menularnya virus HIV-AIDS. "Namun tidak cukup untuk bisa menular begitu saja, kecuali secara kuantitas lebih dari banyak, misalkan satu galon, tapi kan tidak mungkin," tuturnya sembari tersenyum.

Bahkan dirinya mengaku selama ini tak jarang berintraksi dengan ODHA secara langsung. "Kita juga sering memberikan contoh langsung kepada masyarakat, kita mengajak berkumpul dengan tema-teman ODHA, makan bareng sembari kita selipkan edukasi-edukasi," katanya. 

Ia menambahkan, untuk merubah persepsi masyarakat yang sudah kental itu, membutuhkan upaya maksimal dari internal JCC juga pihak pemerintah serta sejumlah elemen masyarakat yang sudah memiliki pengetahuan tinggi kepada masyarakat yang lain. 

"Kita tidak bisa berjalan sendiri, namun juga harus didukung berbagai pihak, baik oleh pemerintah ataupun lingkungan masyarakat sekitar," ucap dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)