::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Korban Perang Suriah Bertambah 312.000 Jiwa, Termasuk 16.000 Anak-anak

Jumat, 16 Desember 2016 11:23 Internasional

Bagikan

Korban Perang Suriah Bertambah 312.000 Jiwa, Termasuk 16.000 Anak-anak
Kondisi salah satu pojok Suriah. (Foto: Reuters)
Beirut, NU Online
Perang Suriah sudah menewaskan 312.000 orang lebih sejak meletus pada Maret 2011 silam. Menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Selasa (13/12), selama ini lebih dari 90.000 warga sipil tewas.

Kelompok yang berbasis di Inggris itu mencatat 312.001 kematian sejak perang dimulai dengan demonstrasi antipemerintah, termasuk hampir 16.000 anak. Tentu statistik ini bukan satu-satunya data, karena beberapa pihak menyebut, korban perang Suriah telah memakan korban jutaan manusia.

Korban jiwa tidak hanya meliputi lebih dari 53.000 pemberontak dan hampir 110.000 petempur prorezim. Di antaranya lebih dari 60.000 tentara Suriah, tapi juga ada puluhan ribu milisi Suriah, anggota gerakan Hizbullah Lebanon dan petempur atau pasukan asing lainnya.

Observatorium menyatakan, hampir 55.000 ekstremis juga tewas dalam pertempuran itu. Sebagian besar dari kelompok ISIS atau bekas afiliasi Al-Qaeda, Front Fateh al-Sham, juga dari kelompok-kelompok yang lebih kecil.

Obseravtorium mengungkapkan bahwa mereka juga mencatat kematian 3.683 korban tewas yang tidak bisa diidentifikasi.

Konflik Suriah bermula dari demonstrasi antipemerintah, tapi kemudian berubah menjadi perang saudara brutal setelah aksi penindakan pemerintah.

Pada Selasa, pasukan propemerintah Suriah diambang merebut kembali seluruh Kota Aleppo dari pasukan pemberontak. Kabar terakhir atas kembali meletusnya tragedi di Aleppo, sekitar 100.000 warga sipil diungsikan. (Antara/Fathoni)