::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng

Sabtu, 17 Desember 2016 07:05 Daerah

Bagikan

Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng
Purworejo, NU Online
Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo memenangkan lomba film pendek dalam acara Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XV-IPPNU XIV Jawa Tengah yang diselenggarakan di Pesantren As-Salafiyah, Luwungragi, Kabupaten Brebes, (11-13/12). Sementara posisi pemenang kedua direbut oleh pelajar NU Kebumen. IPNU-IPPNU Pemalang mengambil posisi juara ketiga.

Sutradara film dari IPNU Purworejo Muhammad Hidayatullah (Dayat) mengaku senang atas prestasi tersebut. Pasalnya film yang dilombakan itu hanya diselesaikan dalam waktu singkat, yakni empat hari untuk pembuatan naskah sampai editting.

Ketua IPNU Purworejo Dayat periode 2015-2017 itu menyatakan bahwa judul Unlimitime itu sendiri dari kata “unlimitted” dan “time”. Amanat film itu menegaskan bahwa kesibukan bukan alasan untuk orang tidak mau belajar dan bersosialisasi. Mengingat kecenderungan pola individual semakin menjamur dengan dalih tak punya waktu.

"Di dalam film ini ada Rani Pranita. Di samping sebagai Ketua IPPNU Purworejo, Rani juga seorang teknik sipil yang aktif di lapangan. Hana, dia pengajar di SD Guyangan, hampir setiap sore dia mampir ke base camp dulu sebelum pulang. Yasin Yazidi itu dia peternak bebek. Sementara si Damar itu seorang barista dan pemilik usaha sablon, semuanya punya kesibukan di luar organisasi, tapi mereka juga aktivis di organisasi ini," terang Dayat, Jumat (16/12).

Kata Dayat, keseharian empat orang ini dirasa mampu menyampaikan pesanya. Pasalnya di balik semua kesibukan, mereka masih menyempatkan berorganisasi.

Dayat berharap mereka yang menonton film itu mampu menghargai waktu. Mereka bisa memanfaatkan tiap detik, menit, dan jamnya. (Cet/Alhafiz K)