::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dubes Rusia untuk Turki Tewas Ditembak dari Jarak Dekat

Selasa, 20 Desember 2016 03:32 Internasional

Bagikan

Dubes Rusia untuk Turki Tewas Ditembak dari Jarak Dekat
Terlihat penembak di belakang Karlov. (Foto: CNN)
Ankara, NU Online
Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov ditembak pria tak dikenal. Karlov dikabarkan meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup serius. Dia ditembak dari jarak yang cukup dekat karena penembak persis ada di belakang sang Dubes.

Seperti diberitakan Detik, seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan saat Karlov menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh pria tersebut.

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12) menyatakan, penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki pun saat ini juga telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.

Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Kepada Reuters, seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan, penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya. Hingga saat ini masih belum jelas siapa penyerang Dubes Rusia itu.

Pada sebuah foto yang viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah cukup lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur Kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi. 

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan beberapa kali mengakui telah melakukan sejumlah serangan bom. 

Seperti dilansir dari CNN, Senin (20/12/2016), terdapat sebuah gambar yang diambil sebelum penyerang meletuskan tembakannya hingga peristiwa terjadi. Sebuah foto memperlihatkan Karlov masih berdiri di atas podium untuk berpidato, sementara penembak berdiri tepat di belakangnya.



Foto CNN lain menunjukkan, sang pelaku yang disebut sebagai seorang polisi Turki itu tengah menodongkan pistolnya. Dia berpakaian resmi hitam-hitam, dengan padanan jas serta celana dan dasi serasi. Pada foto yang sama terlihat Karlov terbaring di lantai tak jauh dari pelaku. Tiga orang lain juga disebut tergeletak di sebelah Karlov. (Detik/Fathoni)