::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi

Jumat, 06 Januari 2017 08:01 Nasional

Bagikan

Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi

Solo, NU Online

Kabar duka tentang wafatnya KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, Rabu (4/1) malam, tak pelak menimbulkan duka bagi masyarakat Nahdliyin, termasuk di daerah Soloraya, yang sering dikunjunginya.

Salah satu tokoh Nahdliyin Solo, Habib Muhammad bin Hussein bin Anis Al-Habsyi, menuturkan kesannya terhadap almarhum KH Umar Syahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu.

"Beliau kesana kemari berjualan tumbu untuk membangun masjid diseluruh penjuru Indonesia, makanya dikenal dengan nama Mbah Umar Tumbu," tutur Habib Muhammad saat dihubungi NU Online, Kamis (5/1).

Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah. 

Menurut Habib Muhammad, ada amalan istimewa yang dimiliki oleh Mbah Umar Syahid, sehingga ia bisa bertemu dengan Rasulullah saw.

"Amalannya membaca Yasin 40 kali sehari semalam. Pernah juga ketika ditanya berapa kali membaca shalawat, beliau jawab, 'tidak pernah berhenti shalawat hingga bermimpi bertemu dengan Nabi',"  ungkap Habib Muhammad.

Sementara itu, tokoh NU Sukoharjo, KH Ahmad Baidlowi menuturkan kesannya tentang Mbah Umar Syahid. "Beliau sejak kecil memang aneh. Katanya untuk menutupi kealimannya, istilahnya tasattar bil ghorom,"  kata kiai yang pernah menjadi Rais Syuriah PCNU Sukoharjo itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)