::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Habib Luthfi Pimpin Apel Kesetiaan NKRI di Pekalongan

Sabtu, 07 Januari 2017 16:23 Nasional

Bagikan

Habib Luthfi Pimpin Apel Kesetiaan NKRI di Pekalongan
Pekalongan, NU Online
Ribuan peserta yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Pramuka, pelajar dan santri se-Kota Pekalongan dan sekitarnya, Sabtu (7/1) mengikuti apel kesetiaan NKRI di Alun-alun Kota Pekalongan.

Apel kesetiaan dalam rangka meneguhkan komitmen tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Ripublik Indonesia dipimpin langsung oleh Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya.

Inspektur upacara yang semula direncanakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Tetapi ternyata dia baru bisa datang bersama dengan Presiden RI Joko Widodo di acara Maulid Nabi di Kanzus Sholawat, Ahad (8/1) besok. Sebagai gantinya Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Tengah Brigjen Pol Firli didampingi Danrem Kolonel TNI Makutarama.

"Apel kesetiaan terhadap NKRI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maulid Nabi yang digelar Kanzus Sholawat dimana sebagai khodimul maulidnya Habib Luthfi bin Yahya," ujar Sumarjo selaku Sekretaris Panitia.

Dikatakannya, beberapa kegiatan yang telah dan akan berlangsung yakni Nikah Maulid, silaturrahmi ulama thariqah, TNI dan Polri, pawai panjang jimat, pentas musik samer, khotmil Qur'an dan pembacaan rotibul kubro. 

Dalam kesempatan apel tersebut, juga dibacakan ikrar kesetiaan NKRI sebagai komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara mengingat prinsip kebhinnekaan seringkali berupaya dirongrong oleh kelompok-kelompok tertentu. (Abdul Muiz/Fathoni)