::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cegah Berita Bohong Seperti Belajar "Musthalah Hadits"

Kamis, 12 Januari 2017 00:34 Daerah

Bagikan

Cegah Berita Bohong Seperti Belajar

Solo, NU Online
Komunitas Masyarakat Anti Hoax Solo Raya ikut mengkampanyekan gerakan anti berita bohong di kawasan ‘hari bebas kendaraan’, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (8/1). Kampanye anti hoax digelar secara serentak di 6 kota, yakni Solo, Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Wonosobo.

Turut hadir, dalam acara tersebut Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi bersama Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan sejumlah tokoh.

Menurut Kiai Dian berita hoax itu berbahaya, yakni bisa menimbulkan fitnah. “Kita perlu mencegah hoax untuk membangun kejujuran membuat berita dan menyampaikannya,” tutur dia.

Ditambahkan Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan itu, untuk mencegah penyebaran berita bohong, bisa dengan cara seperti belajar ilmu musthalah hadits.

“Cek periwayat, jalur riwayat, dan isi unggahan. Ada baiknya juga membandingkan dengan berita lainnya dari situs yang dapat dipercaya. Selain itu, cek referensi jika sempat. Sangat bagus untuk mencatat rekam jejak sumber dan yang penting, biasakan mengakses sumber di lingkungan NU,” papar dia.

Sementara itu, ditemui terpisah, Koordinator Ansor Media Regional Jawa Tengah Solahudin Aly menjelaskan, hoax itu hanyalah bahasa lain dari fitnah.

“Sama saja dengan berita atau kabar yang menyesatkan. Secara agama jelas itu sesuatu yang dilarang karena bersifat merusak. Tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” terang Solah, saat dihubungi NU Online, Rabu (11/1).

Menurut Solah, saat ini butuh gerakan bersama dari berbagai pihak, untuk saling mengingatkan dalam memerangi hoax.

Sekretaris PW GP Ansor Jateng itu juga memberikan tips untuk mencegah penyebaran berita bohong. “Langkah awal, menahan diri untuk tidak menyebarkan berita atau tautan yang bernada hasut,” ujarnya.

Selain itu, biasakan melakukan klarifikasi terhadap isi berita sebelum membagikannya kepada orang lain. “Paling penting gunakan selalu akal sehat untuk menganalisis berita dan pastikan ada sumber yang terpercaya atau punya otoritas dalam topik yang dibicarakan,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)