::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Danramil Wanasari Minta Pelajar NU Waspadai Paham Radikalisme

Kamis, 12 Januari 2017 01:07 Daerah

Bagikan

Danramil Wanasari Minta Pelajar NU Waspadai Paham Radikalisme
Prosesi Pelantikan Pelajar NU Wanasari
Brebes, NU Online
Pelajar NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diminta untuk mewaspadai paham radikalime. Sebab, pasca reformasi yang ditandai dengan terbukanya kran demokratisasi telah menjadi lahan subur tumbuhnya kelompok radikal.

Hal tersebut disampaikan Danramil Wanasari Kapten Nediono pada Halaqoh Radikalisme dalam rangka pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wanasari Brebes, di aula kantor kecamatan setempat, Ahad (8/1/17) lalu.

Menurut Nediono, fenomena radikalisme di kalangan umat Islam seringkali disandarkan dengan paham keagamaan, sekalipun pencetus radikalisme bisa lahir dari berbagai sumbu, seperti ekonomi, politik, sosial dan sebagainya.

Radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. “Pelajar NU jangan sampai tergiur apalagi sampai terseret ke paham yang membawa kemudaratan,” ujarnya. 

Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) Jakarta sungguh mengejutkan. Penelitian yang dilakukan antara Oktober 2010 hingga 2011 terhadap guru PAI dan siswa (SMP dan SMA) di Jabodetabek menunjukkan bahwa 49 % siswa setuju dengan aksi radikalisme demi agama.

“Di sini, pelajar NU harus waspada, karena peran guru-guru PAI sangat strategis untuk menanamkan Islam yang radikalis atau yang moderat,” terangnya. 

Pelajar yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama (pesantren), sangat mudah terpengaruh model-model Islam harfiah yang diajarkan guru atau ustadz mereka. Oleh karena itu, pihak sekolah dan guru agama perlu menjalin kerja sama dengan ormas-ormas Islam yang dikenal mengajarkan Islam moderat. Hal ini penting supaya anak didik memiliki wawasan yang luas tentang paham keislaman.

“Tapi saya yakin, pelajar NU menjadi pelopor anti radikalisme dalam upaya mempertahankan NKRI, NKRI harga mati!,” teriak Nediono disambut pekik "merdeka" oleh hadirin. 

Ketua Panitia Pujiyono menjelaskan pelantikan PAC IPNU- IPPNU Wanasari masa khidmah 2016-2018 merupakan hasil dari Konferensi Anak Cabang di desa Tegalgandu 26-27 November 2017 silam.

Pelantikan merupakan seremonial sebuah organisasi sebelum menjalankan tugas sebagai pengurus. Dari kegiatan ini pengurus diambil sumpah dan janji sebagai pengurus agar bisa amanah selama berkhidmah. Acara dilanjutkan dengan Rapat Kerja Anak Cabang untuk menyusun program selama dua tahun. 

Ketua PAC IPNU Wanasari Edi Purwanto menambahkan, dalam kepengurusan memiliki program unggulan antara lain membentuk komisariat di berbagai sekolah baik dibawah naungan LP Ma'arif maupun sekolah umum.

“Sebagai organisasi berbasis pelajar, harus bisa bermanfaat untuk pelajar dan masyarakat sekitar, terutama dalam turut membentuk pribadi yang berakhlakul karimah,” tegasnya.

Camat Wanasari Nuruddin SH berharap sebagai organisasi pelajar, IPNU IPPNU diminta untuk berpegang teguh terhadap fatwa dan nasihat para alim ulama. Karena, melalui para alim ulamalah watak dan kepribadian Nabi Muhammad SAW diwariskan. "Kontribusi IPNU-IPPNU terhadap pembangunan daerah telah terbukti nyata,” pujinya.
 
Pengurus IPNU yang dilantik antara lain Ketua Edi Purwanto, Sekretaris M Abdul Heru, Bendahara Abdul Muis sedangkan pengurus IPPNU Ketua Lia Ulfiyanah, Sekretaris Siti Nur Janah dan Bendahara Fitria Nur Baeti. (Wasdiun/Abdullah Alawi)