::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor

Rabu, 18 Januari 2017 02:00 Nasional

Bagikan

Bank Sampah Nusantara LPBINU Lebarkan Sayap ke Bogor
Bogor, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul ulama (LPBINU) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga (HMAN) Politeknik Negeri Jakarta menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Non-Organik (Daur Ulang & Ecobricks) sekaligus meresmikan pembentukan Bank Sampah Nusantara (BSN LPBINU) Cabang Kampung Langkop, Desa Gunung Picung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1).

Ketua pelaksana HMAN Masuk Desa, Nurul Aulia Dewi berharap terbentuknya cabang BSN di Kampung Lengkop ini semoga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah, serta dapat meningkatkan kreativitas para ibu-ibu untuk mengubah sampah menjadi berkah.

Sedangkan, Fitria Ariyani, Direktur Bank Sampah Nusantara LPBINU, menyatakan pembentukan BSN LPBI Cabang ini merupakan “pintu” untuk melakukan upaya penyadaran terhadap masyarakat akan bahaya membakar sampah dan memberikan pengetahuan terkait pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Bank Sampah Nusantara bertujuan memberikan pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenali jenis sampah, sehingga dapat memilah jenis-jenis sampah yang dapat dimanfaatkan, jadi tidak mudah dibuang begitu saja. BSN Cabang Kampung Langkop diharapkan dapat memberikan manfaat membuat lingkungan lebih bersih dan sehat serta memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif melalui kegiatan membuat produk daur ulang sampah.

Selain itu, menurut Fitri, plastik merupakan molekul poliester, sampah yang sulit diurai, dibutuhkan waktu sekitar 500 sampai 1.000 tahun agar bisa terurai, karena plastik merupakan senyawa organik yang terdiri dari rantai atom karbon panjang berulang, yang di sebut polipropilena, salah satu cara paling efektif pengelolaan sampah nonorganik ialah dengan cara Ecobrik, yaitu sebuah botol yang diisi dengan sampah plastik hingga penuh, padat dan keras.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim BSN LPBINU ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Kampung Langkop dan peserta HMAN Masuk Desa. (Red: Mahbib)