::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU?

Selasa, 24 Januari 2017 15:03 Nasional

Bagikan

Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU?
Mojokerto, NU Online 
Buku Khazanah Aswaja dibedah di kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Buku itu dibedah tiga narasumber yaitu Ustadz Fathul Qadir dan Ustadz Yusuf Suharto. Keduanya adalah tim penulis buku itu. Sementara sebagai pembedah utama dan pembanding, adalah Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Dr. Rudolf. Acara ini dibuka oleh Dr. Sukadir, dekanat yang mewakili Rektor.
 
Di hadapan peserta, Yusuf Suharto yang tampil pertama, menyatakan, buku Khazanah Aswaja terdiri dari enam bab itu bisa menjadi buku pegangan para mahasiwa di perguruan tinggi NU maupun kampus berbasis pesantren.

"Buku ini terdiri dari enam bab dan ini seperti kebutuhan akan mata kuliah Aswaja yang di kampus NU dan juga di kampus IKHAC diterapkan selama enam semester," ujarnya diamini para narasumber pada bedah buku yang berlangsung pada Ahad (22/1).

Di buku ini, lanjutnya, ada bab tentang aliran dan kelompok di luar NU. Aliran klasik bukan bagian dari Aswaja yang disebut di buku ini antara lain Mu'tazilah, Syiah, dan Khawarij. Sementara itu ada kelompok-kelompok umat Islam yang juga dibahas di buku ini. Kelompok di luar NU ini ada yang Aswaja dan ada yang tidak.

Sementara Ustadz Fathul Qodir mengatakan, Aswaja itu salah satu cirinya adalah tidak mudah mengkafirkan dan tidak mudah membid'ahkan sesama umat Islam. 

“Karena untuk mengkategorikan itu harus pakai kaidah-kaidah, tidak bisa serampangan," ungkap tim penulis yang kerap muncul di TV 9.

Ustadz Rudolf mengapresiasi buku ini. "Buku ini enak dibaca. Ini saya rekomendasikan agar dibaca. Kalau bisa, jumlah oplah cetaknya diperbanyak sehingga semakin banyak orang yang bisa membacanya. Namun saya memberi masukan, agar tim 8 ini ditambah satu lagi menjadi tim 9," ujar pria yang mengaku sebagai Aswaja dari Jember ini.

Di akhir acara, Ustadz Fathul Qodir menyerukan kepada para peserta bedah buku untuk mantap dengan NU, sembari dikutipnya kata pengantar dari Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin di buku ini.

"Hadirnya buku Khazanah Aswaja yang mengulas seluruh aspek Aswaja, sejarah, akidah, fikih, tasawuf, dan implementasinyadi lingkungan NU, secara konkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substansif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi," demikian kutipan sambutan Rais 'Aam. (Red: Abdullah Alawi)