::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua NU Kota Semarang: Waspadai Wabah Intoleran

Rabu, 01 Februari 2017 20:03 Daerah

Bagikan

Ketua NU Kota Semarang: Waspadai Wabah Intoleran
Semarang, NU Online
Gebyar hari lahir (harlah) Ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pengurus cabang NU Kota Semarang berlangsung semarak. Salah satu hal penting yang dikuatkan dalam momentum harlah ini adalah pentingnya merawat toleransi antarsesama anak bangsa.

"Seperti kita ketahui, bahwa belakangan sikap intoleran ini semakin marak dan menarik. Kita tahu ada pimpinan negara besar yang dalam kampanyenya yang selalu menunjukkan sikap intoleran, justru terpilih sebagai presiden. Sebuah gejala dimana suatu gerakan intoleran justru menarik. Untuk itu, pengkaderan NU sebagai organisasi yang toleran terus lebih digiatkan," kata Ketua PCNU KH Anashom.

Acara yang berlangsung di convention hall Pandanaran Hotel, Selasa (31/1) dihadiri pengurus NU dari berbagai tingkat mulai wilayah hingga ranting. Hadir pula pengurus badan otonom, lajnah, dan lembaga NU.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut Wakapolda Jateng, Ketua MUI Jateng, Mantan Gubernur Jateng, Sekda Kota Semarang, Ketua DPRD Kota Semarang, Komandan Kodim 0733 BS, Kapolrestabes Semarang, para guru besar dan rektor perguruan tinggi.

Acara dimulai dengan jama'ah shalat Maghrib, khatmil Qur'an, tahlil yang dipimipin oleh KH Ahmad Hadlor Ihsan, do'a khatmil Quran oleh KH A Amdjad. Setelah itu dilanjutkan pembacaan maulid Nabi, potong tumpeng dan refleksi harlah.

Kiai Anashom kemudian berpesan kepada kader NU agar tidak memutus tradisi dan jangan sampai melupakan sejarah NU yang tak pernah surut mengawal NKRI.

"Maka, seluruh sekolah yang ada di lembaga pendidikan Ma'arif NU, wajib hapal mars Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Pengkaderan NU sebagai organisasi yang toleran harus lebih digiatkan," jelas dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini.

Hal yang sama disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubadillah Shodaqah (Gus Ubed). Menurutnya, selain memperkuat Islam Ahlussunah wal Jama'ah, tugas besar NU adalah menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

"NU adalah salah satu ormas yang konsisten menyangga NKRI. Ini harus dipahami oleh kader-kader NU dari yang paling atas sampai tingkatan anak ranting," tegasnya. (Rifqi-Zulfa/Alhafiz K)