::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak

Kamis, 02 Februari 2017 18:29 Humor

Bagikan

Banyolan Cak Lontong di Harlah NU, Bikin Ngakak
Cak Lontong saat beraksi di Harlah NU.
Salah satu seniman yang ikut memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU adalah Cak Lontong, Selasa (31/1) di Gedung PBNU Jakarta. Dia berhasil mengocok perut hadirin yang memadati tempat acara dengan sejumlah banyolan mutakhirnya.

“Setidaknya, saya dapat memetik dua poin utama dalam ceramah Kiai Ma’ruf. Pertama, Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,” celetuk Cak Lontong dibarengi ger-geran hadirin. 

“Kedua, Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh...” celetuknya. Hadirin tambah ngakak. 

Cak Lontong juga mengapresiasi NU masih tetap mempunyai semangat yang sama dalam memperingati berdirinya organisasi.

“Kenapa saya menilai masih mempunyai semangat yang sama? Terbukti malam ini Harlah NU diperingati dengan cara berdiri,” ujarnya. Hadirin ngakak. Malam itu memang warga NU yang hadir mayoritas berdiri mengelilingi panggung hingga meluber ke dalam dan ke luar Gedung PBNU.

Dia juga mengaku mempunyai ikatan emosional dengan NU. Bahkan Cak Lontong mengatakan dirinya NU sejak kecil.

“Saya NU sejak kecil. Jadi kalau anak lain Nakal, saya NUakal,” tukasnya disambut tawa hadirin yang makin terkocok perutnya oleh pria kelahiran Surabaya ini. Dialek Jawa Timuran memang sering menambahi huruf vokal “U” di tengah kata untuk menunjukkan penegasan.

Komedian yang mengisi berbagai sejumlah program comedian show di beberapa televisi nasional ini juga bersyukur menjadi warga NU. 

“Kenapa saya merasa berterima kasih kepada PBNU? Karena Ormas yang ada Pengurus Besarnya hanya NU, yang lain biasanya hanya Pengurus Pusat. Ini Pengurus Besar, jadi saya yang besar ini merasa diurusi oleh NU,” Geerrrr, tawa hadirin memecah malam. Badan Cak Lontong memang tinggi dan besar.

Cak Lontong juga salut kepada NU yang merupakan Ormas Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. 

“Kalau dibandingkan dengan UN, United Nations, PBB saja, lebih hebat NU menurut saya. Kenapa? Karena kalau UN, itu hanya mengurusi perdamaian dunia, tapi NU mengurusi umatnya agar selamat dunia dan akhirat,” tukas Cak Lontong. Tawa gerrr hadirin tambah memecah kesunyian malam.

(Fathoni Ahmad)