::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesan Gus Mus untuk Umat Islam Peserta Aksi 112

Sabtu, 11 Februari 2017 11:17 Nasional

Bagikan

Pesan Gus Mus untuk Umat Islam Peserta Aksi 112
KH Ahmad Mustofa Bisri.
Jakarta, NU Online
Kegiatan doa bersama oleh umat Islam dalam aksi 112 di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (11/2) dipandang KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) sangatlah baik asal tidak ditunggangi oleh kepentingan politik praktis dan kepentingan politik sesaat.

"Kalau memang doa bersama, ya berdoalah. Doakan bangsa dan negara, jangan mau usai berdoa disuruh ke sana-ke sini, nyerang sana-sini,” kata Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2) seperti dilansir CNN Indonesia. 

Gus Mus menuntut umat Islam harus cerdas dalam berpikir maupun bertindak di tengah kondisi bangsa yang mudah tersulut perpecahan karena dipicu oleh kepentingan politik sesaat.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu menanggapi aksi tersebut karena peserta tidak hanya dari ibu kota, tetapi juga dari luar daerah. Sehingga menurutnya, substansi setiap aksi harus dipahami betul oleh umat Islam agar nalar dan naluri kecerdasan tetap terjaga.

"Ya harus cerdas. Sekarang gimana, sudah jauh-jauh datang ke Jakarta ikut demo, saat ditanyai ternyata tidak paham dengan kasus penistaan agama itu apa. Tahunya hanya sepenggal, si itu menghina agama Islam dan harus bertanggung jawab,” terang Gus Mus dalam lansiran yang sama.

Dalam beberapa kesempatan, Gus Mus sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai tendensi atau kecenderungan politik apapun kepada salah satu pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta maupun sejumlah Pilkada di beberapa daerah. 

Ia hanya tidak ingin umat Islam ditunggangi oleh kepentingan politik sesaat dari kelompok tertentu yang selama ini berdampak pada munculnya konflik di antara anak bangsa karena menebarkan sentimen SARA.

Sesuai kesepakatan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, peserta aksi hanya berkonsentrasi di Masjid Istiqlal.

Sejak Sabtu (11/2) dini hari, peserta aksi sudah mulai aktif dengan melaksanakan shalat tahajud berjamaah, kemudian shalat shubuh, dan melaksanakan dzikir bersama salah satu pimpinan aksi. (Red: Fathoni)