::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hoax Berita Mbah Moen Doakan Cagub Jakarta!

Senin, 13 Februari 2017 22:16 Anti Hoax

Bagikan

Hoax Berita Mbah Moen Doakan Cagub Jakarta!
Screenshot yang atas nama KH Maimoen Zubair tersebut hoax
Jakarta, NU Online 
Beredar screenshot yang disebarkan melalui jejarang sosial, terutama grup Wathsapp maupun pribadi. Screenshot tersebut berisi doa Musytasyar PBNU dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang KH Maimoen Zubair untuk salah satu pasangan calon gubernur Jakarta. Berita yang beredar tersebut, setelah diklarifikasi ke santri Sarang adalah hoax.

Berikut klarifikasi dari santri Sarang bernama Muhammad Wahyudi pada Senin malam (13/2) ketika dikirimi screenshot yang beredar tersebut. 


Yang mendoakan dlolim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Salah satu contohnya adalah menisbatkan anak kepada orang yang bukan ayah kandungnya.


Masuk dalam hal ini adalah suatu doa jelek (pasot, red jawa) kepada salah satu pasangan calon gubernur di daerah A. Doa itu dinisbatkan kepada salah satu Guru. Dan ternyata doa itu bukan dan tidak pernah diucapkan Sang Guru. Itu pun perbuatan dlolim.


Suatu ketika saya membacakan doa itu di hadapan Guru Besar saya. Beliau hanya dawuh: siapa yang menulis doa itu? Saya berkata: saya tidak tahu, tetapi melihat susunan akan doa itu, saya sudah yakin itu bukan dari Guru.


Dan memang itu bukan doa Beliau.


Silahkan anda berdoa atau jalur diplomasi untuk merubah dan menghilangkan hal mungkar, kufur ataupun maksiat, bila anda tidak mampu mengingkarinya dengan jalan yang lebih berat, yaitu kekuatan atau kekuasaan.


Namun bila berdoa pun tidak mampu, maka ingkarilah dengan hati, sebagai pertanda adanya iman di dada, walaupun iman yang lemah.


من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه وإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان

(Abdullah Alawi)