::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sajak Rintik Hujan

Ahad, 19 Februari 2017 13:01 Puisi

Bagikan

Sajak Rintik Hujan
Ilustrasi: Gopego.com
Oleh Erzal Syahreza Aswir

Malam ini, hujan kecil turun lagi
Mengurai sepi dalam hati
Dalam duka, dalam luka, dan dalam semakin dalam
Rintik itu kudengar lagi
Pelan membasahi dedaunan kering sore hari
Rintik itu mengiang ditelinga, mengenang kenangan dan tergenang

Bulir butir air, atau entah apa namanya
Aku tak peduli pasti
Aku hanya tau bahwa hujan itu turun lagi
Rintik tetesan kesucian itu membasuh luka lama
Menumbuhkan kembali, kembali tumbuh

Deretan hempasan tajam menujam menerjang tanah
Menerpa rerumputan damai dengan semut kecil didekatnya
Rintik hujan malam ini, bening mengkilap
Kilaunya … aduhai jika bulan sedikit memantulkan cahaya mentari
Pasti indah sekali
Tapi bulan pun tak sanggup
Bulan tertutup, atau mungkin sengaja ditutup
Oleh awan gelap pemberi bulir butir suci, itulah rintik hujan malam ini

Duhai bulir butir rintik hujan malam ini
Begitu indah kau turun menerpa sunyi, sepi, sendiri
Aduhai bulir butir rintik hujan malam ini
Indah dalam mata, menggoreskan luka pada rumput yang tak berdosa

Penulis adalah Bendahara Cabang PMII Bandar Lampung