::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Ingatkan CSR Perusahaan Tak Digunakan untuk Musuhi Negara

Kamis, 16 Februari 2017 19:49 Nasional

Bagikan

PBNU Ingatkan CSR Perusahaan Tak Digunakan untuk Musuhi Negara
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan perusahaan swasta, terutama milik negara agar Corporate Social Responsibility (CSR) yang mereka miliki disalurkan dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat umum. 

Lebih khusus, Kiai Said meminta agar CSR yang dikelola untuk beasiswa ke luar negeri. “Jangan sampai CSR dibiayai negara diberikan kepada orang yang pulangnya jadi musuh negara. Betapa ruginya,” katanya di gedng PBNU ketika menyampaikan sambutan kerja sama PBNU dan XL Axiata Tbk di gedung PBNU, Jakarta pada Kamis (16/2).

Memang, lanjut kiai asal Cirebon tersebut, perusahaan milik negara seperti BUMN dan perusahaan swasta bisa jadi tidak memiliki prosedur untuk mengetahui ideologi keagamaan seorang calon penerima beasiswa tersebut. “Kita, NU yang tahu tentang  ideologi radikal,” tegasnya. 

Oleh karena itu, NU meminta kepada perusahaan swasta dan milik negara agar berhati-hati memberikan beasiswa agar tepat sasaran.  

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau di NU tak ada kiai dan warganya yang radikal. Semuanya akan membela tanah air. “Radikal itu pasti minoritas. Masyarakat mayoritas Indonesia berkeinginan damai,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah itu.  

Ia menjamin, kerja sama PBNU dan PT XL Axiata Tbk akan bermanfaat untuk kedua belah pihak. “Masuk kambing keluar kambing. Artinya kerja sama itu akan dikelola secara profesional dan diaudit,” pungkasnya. 

Selain dari pihak XL, pertemuan tersebut dihadiri Bendara PBNU H Bina Suhendra, Sekjen PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU KH A. Manan A. Ghani, Ketua PBNU H. Umarsyah, Wakil Sekjen PBNU H. Imam Pituduh, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)