::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tangis Haru Janda Tua Penjual Rujak saat Terima NU Care

Jumat, 17 Februari 2017 00:01 Daerah

Bagikan

Tangis Haru Janda Tua Penjual Rujak saat Terima NU Care
Lumajang, NU Online
Keharuan terpancar dari wajah Sawari saat Direktur NU Care-LAZISNU Lumajang Mortamin Syah dan Divisi Marketing M Misto, menyerahkan uang kepada salah satu warga dusun Karangsejati RT 005 RW 007 Desa Dadapan Kecamatan Gucialit, Lumajang, Jawa Timur.

Janda tua penjual rujak itu sudah lama menutup warungnya karena menderita sakit. Niat kembali membuka usaha terganjal ketiadaan modal.

“Saya sangat bersyukur sekali sampai meneteskan air mata karena bantuan dari NU Care-LAZISNU Peduli. Saya akan menjalankan dengan baik modal ini sampai warung saya berkembang,” kata Sawari, .

Selain Sawari ada dua warga lainnya yang hari itu menerima bantuan modal yang diserahkan pada tahap ketiga. Mereka adalah Hari, pemilik warung kopi dan gorengan di Desa Selok Gondang: dan Hasan Adiman, pemilik warung kopi dan gorengan Kelurahan Kepuharjo.

Ketiganya merupakan warga penerima bantuan modal pemberdayaan ekonomi dari NU Care LAZISNU Lumajang.

Direktur NU Care-LAZISNU Lumajang, Mortamin Syah mengungkapkan program Ekonomi Mandiri NU Care-LAZISNU Lumajang menyasar 10 warga dan baru pertama kali dilaksanakan.

Besarnya bantuan modal bervariasi bagi masing-masing penerima. Ada yang Rp500 ribu, Rp300 ribu, atau Rp250 ribu.

“Disesuaikan modal awal kulakan (belanja) warung tersebut, misalnya warung kopi, pangkalan bakso, rujak, atau lainnya,” kata Mortamin.

Setiap penerima modal tidak diwajibkan mengembalikan uang bantuan.

“Ini dana hibah modal dari NU Care-LAZISNU tanpa harus mengembalikan. Kalau usahanya sudah lancar, baru kami anjurkan menjadi donatur NU Care dengan mengisi kaleng ZIS yang dititipkan kepada mereka,” ujarnya.

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat memberikan sumbangsih pengembangan usaha, sehingga nantinya warung-warung akan menjadi donatur NU Care-LAZSINU yang memutus rantai kemiskinan. Selain itu juga dapat menjadi uswah keshalehan sosial bagi kaum duafa lainnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)