Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Mus: Jiwa Besar Lahirkan Sikap Ksatria dan Toleran

Jumat, 17 Februari 2017 10:29 Nasional

Bagikan

Gus Mus: Jiwa Besar Lahirkan Sikap Ksatria dan Toleran
KH Ahmad Mustofa Bisri.
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menjelaskan bahwa jiwa besar harus tertanam dalam diri setiap manusia. Karena perilaku mulia ini dapat melahirkan sikap ksatria dan toleran.

Gus Mus mengungkapkan hal tersebut dalam sepenggal taushiyah yang setiap Jumat ia tuliskan di akun twitter pribadinya, @gusmusgusmu bertajuk Tweet Jum’at (17/2).

Dalam cuitan yang direspon oleh ribuan pengikutnya itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah tersebut juga menerangkan hal sebaliknya bahwa jiwa yang kerdil melahirkan dendam dan kebencian.

“Jiwa besar lahirkan sikap ksatria dan toleran. Jiwa kerdil lahirkan dendam dan kebencian,” tulis Gus Mus.

Dua kalimat taushiyah itu mendapat respon positif dari para follower Gus Mus. Mereka berharap jiwa besar dapat tertanam dalam dirinya dan bangsa Indonesia secara umum.

“Semoga saya bisa berjiwa besar,” respon akun bernama Saiqul Birri (@saiqul86).

“Alhamdulillah dapat pelajaran berharga. Dan jiwa besar didapatkan dari proses belajar/pendidikan, benar mboten (benar tidak), Yai?” tulis Zubhan Umar (@zubhan08).

Salah seorang pengikut bernama Fendi mengaitkan tweet jumat Gus Mus itu dengan khutbah jumat yang selama ini dirasakannya hanya menjadi mimbar menebar kebencian.

“Seandainya di sini kutbah Jumat selalu menyejukkan kaya kiai, gak akan ada banyak kebencian yang menyebar. Matur nuwun njih (terima kasih ya),” ungkap Fendi (@NFEffendi). (Fathoni)