::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekitar 120 Banser Benahi Puluhan Rumah Korban Puting Beliung

Jumat, 17 Februari 2017 20:04 Daerah

Bagikan

Sekitar 120 Banser Benahi Puluhan Rumah Korban Puting Beliung
Sidoarjo, NU Online
Bencana puting beliung yang memporak-porandakan ratusan rumah warga di Desa Keboharan dan Terung Kulon Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo menggugah simpati masyarakat, Rabu (15/2). Sekitar 120 anggota GP Ansor dan Banser dari cabang dan anak cabang se-Sidoarjo melakukan bakti sosial di lokasi bencana.

Mereka memasang genteng dan menurunkan genteng rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung.

Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin menyatakan, bakti sosial itu merupakan komitmen GP Ansor Sidoarjo dalam menyikapi kejadian yang ada. Sebab, Ansor Sidoarjo juga memunyai program tanggap bencana.

Selain melakukan pemasangan dan penurunan genteng rumah warga, GP Ansor juga membagikan nasi bungkus kepada warga Keboharan RT 12 RW 4, Krian, Sidoarjo.

Rizza menegaskan, dalam waktu dekat GP Ansor Sidoarjo akan menggalang dana. Hal itu, kata Rizza, sama seperti yang dilakukan GP Ansor ketika terjadi bencana Gunung Kelud yang meletus beberapa tahun lalu.

"Saat ini yang dibutuhkan terkait pembersihan, penataan, dan penurunan genteng. Ke depan akan dilakukan pembenahan. Kami juga akan mengorganisasi dana untuk bantuan, seperti di Kelud waktu itu, kami ikut membangun 12 rumah warga," kata Rizza, Jumat (17/2).

Bencana alam puting beliung ini mengakibatkan kerusakan sekitar 160 rumah warga Desa Keboharan. Sebanyak 20 rumah di antarnya rusak parah. Sedangkan di Desa Terung Kulon, ada sekitar 174 rumah warga yang rusak.

Suwatin (54) warga Dusun Kanigoro, Desa Keboharan RT 12 RW 4, menceritakan, saat kejadian dia berada di dalam rumah bersama cucu dan anaknya. Ketika mendengar suara takbir, dia kemudian lari ke belakang, ternyata ada puting beliung.

"Saya sangat panik. Semua menangis. Bagaimana tidak panic? Karena TV, kulkas dan lainnya tidak bisa dipakai. Dengan adanya bantuan ini, kami mengucapkan terima kasih," kata Suwatin. (Moh Kholidun/Alhafiz K)