::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat

Senin, 27 Februari 2017 06:03 Daerah

Bagikan

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat
Pringsewu, NU Online
Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan pentingnya menata niat dalam melakukan setiap amal ibadah. Ia menyampaikan hal itu di depan jamaah Ngaji Ahad Pagi yang rutin dilaksanakan setiap Ahad di Aula Kantor NU Pringsewu, Ahad (26/2).

Kiai yang akrab disapa Gus Nawir itu, mengingatkan pula pentingnya niat bisa menentukan baik buruknya dan sah tidaknya sebuah amal ibadah.

"Sepertiga amal ibadah kita adalah niat. Oleh karenanya, baik buruk, sah tidaknya amal ibadah kita bisa ditentukan oleh niat kita," katanya saat menjelaskan tentang niat pada kajian fiqh dalam kegiatan tersebut.

Terkait melafalkan niat, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini menyampaikan, dapat membantu hati dalam menegaskan apa yang akan dilakukan.

"Melafalkan niat merupakan muqodimah niat. Hal ini ditujukan untuk lebih memantapkan hati. Karena niat memang ada didalam hati," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hati manusia memiliki kecenderungan berubah-ubah dan lebih sulit diajak untuk hal-hal yang berhubungan dengan ibadah.

"Harus kita akui bahwa hati memang susah untuk hal yang berkaitan dengan ibadah. Padahal untuk hal lain hati kita bisa khusuk. Inilah manfaat melafalkan niat sebagai bentuk latihan memantapkan hati dalam beribadah," terangnya.

Niat, lanjutnya, merupakan pembeda antara sebuah ibadah dengan kebiasaan. Juga yang membedakan ibadah satu dengan ibadah lainnya.

"Siapa yang tahu apa yang dikerjakan seseorang saat duduk di dalam masjid. Jika ia niat istirahat, maka sisi fisiklah yang akan didapatkannya. Namun, jika diniati dengan i'tikaf, maka baik fisik maupun nonfisik akan didapatkannya sekaligus," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)