::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

Kamis, 16 Maret 2017 17:00 Pustaka

Bagikan

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara
Ini adalah kitab “Mauhibah Dzî al-Fadhal Hâsyiah ‘alâ Syarh Ibn Hajar ‘alâ Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “al-Manhal al-‘Amîm bi Hâsyiah al-Manhaj al-Qawwîm” karangan seorang ulama besar dunia Islam yang hidup di abad ke-14 Hijri (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari Nusantara (Tremas, Jawa Timur), yaitu Syaikh Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Mannân al-Tarmasî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Mahfuzh Tremas, w. 1920 M). 

Kitab ini dikenal juga dengan nama “Hâsyiah al-Tarmasî”, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fiqih madzbah Syafi’i di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 Hijri. Karena itu tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fiqih mazhab Syafi’i, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Russia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

“Mauhibah Dzî al-Fadhl” merupakan hâsyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab “al-Manhaj al-Qawwîm” karangan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî (w. 1566 M). “al-Manhaj al-Qawwîm” sendiri adalah syarh (penjelasan atau komentar) atas matn (teks) kitab “al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fî Fiqh al-Sâdah al-Syâfi’iyyah” atau yang dikenal dengan “Masâil al-Ta’lîm” (dan “al-Mukhtashar al-Kabîr”) karangan Syaikh ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Rahmân Bâ-Fadhal al-Hadhramî (w. 1512 M). 

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut;

1. متن "المقدمة الحضرمية في فقه السادة الشافعية" أو "مسائل التعليم" أو "المختصر الكبير" أو "مقدمة بافضل" للفقيه عبد الله بن عبد الرحمن الحضرمي.
2. شرح "المنهج القويم على مسائل التعليم" للحافظ ابن حجر الهيتمي المكي.
3. حاشية "المنهل العميم على شرح مسائل التعليم" أو "موهبة ذي الفضل على شرح ابن حجر لمقدمة بافضل" للشيخ محمد محفوظ الترمسي الجاوي ثم المكي.

Matan (teks) “Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “Masâ’il al-Ta’lîm” dan syarh (penjelasan)-nya “al-Manhaj al-Qawwîm” adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fiqih mazhab Syafi’I selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama yang menulis kitab hâsyiah (ulasan panjang) atas syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaimân al-Kurdî al-Madanî, w. 1194 H/ 1780 M (Hawâsyî Madaniyyah) dan Syaikh ‘Abdullâh ibn Sulaimân al-Jarhazî, w. 1201 H/ 1786 M (Hâsyiah al-Jarhazî). 

Memasuki abad ke-14 Hijri, syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut kemudian di-hâsyiah oleh Syaikh Mahfuzh Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini sebagai kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar di abad tersebut. 

Dalam kata pengantar “hâsyiah”-nya ini, Syaikh Mahfuzh Tremas menulis;

أما بعد. فيقول العبد الراجي رضا ربه الغني محمد محفوظ بن عبد الله الترمسي وفقه الله للتقوى والسعادة ورزقه الحسنى وزيادة. هذه تقريرات رائقة وحواش فائقة سميتها "موهبة ذي الفضل على شرح مقدمة بافضل" حداني على ذلك وإن لم أكن أهلا لما هنالك، كثرة نفعه للطلبة الأنجاب، فعسى أن ينيلني بها دعاء رجل صالح ممن له رغبة في ذلك الكتاب

(Maka berkatalah seorang hamba yang mengharapkan rido Tuhannya yang Maha Kaya, Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh al-Tarmasî, semoga Allah senantiasa menuntunnya dalam ketakwaan dan kebahagiaan, dan memberinya karunia kebaikan. Ini adalah sebuah penjelasan yang gamblang dan ulasan yang panjang lebar. Aku menamakannya “Mauhibah Dzî al-Fadhl ‘alâ Syarh Muqaddimah Bâ-Fadhal”. Seseorang (lelaki salih) telah menyuruhku untuk menuliskannya, meskipun aku bukanlah seorang yang ahli dalam bidang itu. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi para pelajar. Aku berharap, dengan kitab hâsyiah ini, aku bisa memperoleh doa seorang lelaki salih (tersebut) yang menghendaki ditulisnya kitab ini).

Dalam kolofon, disebutkan jika karya ini diselesaikan di Makkah pada masa menjelang zuhur, hari Sabtu 4 Rabî’ al-Tsânî 1327 Hijri (bertepatan dengan 24 April 1909 M). Tertulis di bagian paling akhir kitab;

وكان الفراغ من تسويد هذه الحاشية وتحريرها في بمكة المكرمة قبيل أذان الظهر يوم السبت المبارك رابع الربيع الثاني سنة 1327، والله سبحانه وتعالى أعلم.

Kitab ini kemudian dicetak berkali-kali di beberapa penerbitan Timur Tengah, seperti di Makkah, Kairo, Beirut, dan lain-lain. Cetakan terbaru adalah versi Maktabah Dâr al-Minhâj, Jeddah, KSA (pada tahun 2011), dengan tebal sebanyak VII (tujuh) volume (jilid). Cetakan lama berada dalam IV (empat) jilid. Terdapat beberapa endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar Haramain atas kitab ini, seperti “taqrîzh” dari Sayyid ‘Abdullâh Shadaqah ibn Zainî Dahlân al-Makkî, Sayyid Abû Bakar ibn Thâhâ al-Saqqâf, dan Muhammad Sâmî ibn ‘Abd al-Jalil Barâdah. 

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dâr al-Minhâj, Dr. Muhammad ‘Abd al-Rahmân al-Ahdal dari Unversitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini adalah kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 Hijri, melainkan pada periode “muta’akhkhirîn” (late periode, 12-14 Hijri/ 17-20 M). (A. Ginanjar Sya’ban)