::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mbah Maimoen: Ulama dan Umara Harus Baik, Bukan Baik-baikan

Jumat, 17 Maret 2017 15:14 Nasional

Bagikan

Mbah Maimoen: Ulama dan Umara Harus Baik, Bukan Baik-baikan
Rembang, NU Online
Umara (pemimpin) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas negara serta membuat program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat masyarakat. Sementara ulama juga memiliki peran yang sama. 

Ulama menjadi pengayom dan tempat meminta keteduhan hati daripada umat masyarakat. Mereka berdua memiliki peran yang sangat mulia, sehingga mereka seharusnya bisa berjalan bersama dalam menjaga dan mengurusi umat masyarakat. 

Terkait hal itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair atau biasa dipanggil Mbah Moen mengingatkan, Indonesia itu tidak bisa dipisahkan dari ulama.

“Ulama dan umara itu harus saling baik-baik. Bukan baik-baikan. Kalau baik-baikan repot malah,” jelas Mbah Moen disambut gelak tawa hadirin saat memberikan saran dan masukan dalam acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Pesantren Al Anwar Sarang Rembang, Kamis (16/3).

Mbah Mun menyakini, jika ulamanya baik maka umaranya pun juga akan baik. “Jika ulama nya baik, umaranya baik,” jelas Mbah Mun.

Oleh karena itu, Kiai berusia 89 tahun itu berharap agar Allah memberikan berkat kepada para ulama, umara, dan negara Indonesia ini agar negara ini semakin baik.

“Semoga Allah memberkati kita,” tuturnya.

Selain Mbah Mun, ada KH Tolchah Hasan yang juga memberikan masukan kepada pengurus NU. Sementara Ketua Umum dan Rais ‘Aam PBNU memberikan sambutan dan laporan kegiatan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)