::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Niat, Pembeda Pekerjaan Bernilai Ibadah dan Kebiasaan

Ahad, 19 Maret 2017 07:01 Daerah

Bagikan

Niat, Pembeda Pekerjaan Bernilai Ibadah dan Kebiasaan
Ilustrasi: fiqhmenjawab.blogspot.co.id
Banyuwangi, NU Online
Niat berfungsi sebagai motivasi atau pendorong bagi hamba yang ingin melakukan ibadah. Dengan niat, ibadah menjadi tidak lesu. Demikian nasihat yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari, Kecamatan Banyuwangi KH Ahmad Shiddiq.

Menurut Shiddiq, niat secara bahasa adalah menyengaja, sedangkan secara istilah adalah menyengaja sesuatu yang berbarengan dengan kegiatan amal ibadah.

"Sehingga pokok dari niat adalah kunci pembeda antara perbuatan atau tingkah laku yang bernilai ibadah atau kebiasaan. Contoh hal kebiasaan seperti bernapas, melihat, tidur, mandi, dan lain sebagainya," jelas kiai akrab disapa Gus Shiddiq pada acara rutinan pertemuan alumni Pondok Pesantren Al-Anwari di kediaman alumni Syaiful, Gumuk, Kecamatan Licin. Kamis (17/3) malam.

Gus Shiddiq menambahkan, ada beberapa pekerjaan berkaitan dunia yang bernilai ibadah karena bagusnya niat dalam mengawalinya. Pun sebaliknya, ada beberapa amal perbuatan akhirat yang dinilai duniawi saja karena salahnya niat dalam pelaksanaan.

"Sehingga penekanan niat setiap perbuatan menjadi sangat penting. Apa pun bentuk amal ibadahnya,” tegas Rais Syuriah MWC NU Banyuwangi itu.

Para peserta pertemuan alumni yang dilakukan tiap bulan itu sempat mendirikan shalat ghaib dan doa bersama untuk KH Hasyim Muzadi yang wafat di Malang pada Kamis (16/3).

Rutinan tersebut sebagai wadah pertemuan untuk merencanakan agenda dan pengembangan para alumni. "Dalam jangka pendek kita akan memiliki gawe gelaran haul ke-27 KH Abdul Wahid Akwan selaku muassis dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al-Anwari. Perlunya sinergitas antaralumni secara keseluruhan sebagai bekal kesuksesan acara dimaksud," jelas Ayunk Notonegoro, sekretaris panitia haul, pada Sabtu (18/3) pagi.

Ayunk berharap seluruh rangkaian kegiatan kelangsungan haul baik sebelum dan akan berjalan sukses tanpa ada halangan. "Semoga acara haul ke-27 kali ini berjalan tanpa halangan," harap Ayunk. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)