::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting

Senin, 20 Maret 2017 06:02 Daerah

Bagikan

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting
Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya menggelar workshop parenting di aula Pondok Pesantren Al Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Sabtu (18/3).

Kegiatan yang digelar oleh bidang pendidikan ini mengambil tema “Menjadi Pendidik yang Dirindukan”. Kegiatan ini diikuti oleh 170 orang terdiri dari guru PAUD, RA, TK, TPQ serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Cabang Kota Kraksaan.

Para kader Muslimat NU ini mendapatkan materi tentang Menjadi Pendidikan Yang Dirindukan oleh narasumber Ustadz Misbahul Munir dari KPI Surabaya. “Bagaimana seorang pendidik (sebagai orang tua dan sebagai guru) selalu dirindukan kedatangannya, bukan ditakuti dan dibosankan,” kata Ketua Bidang Pendidikan Muslimat NU Kota Kraksaan Siti Nur Tamami.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada para guru agar menjadi seorang pengajar yang selalu dirindukan kedatangannya oleh para anak didiknya.

“Oleh karena itu, seorang guru harus membuat suasana belajar di ruang kelas menyenangkan. Sehingga bisa menimbulkan kesan yang baik dan anak merasa ingin belajar lagi,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para guru diajari bagaimana cara membuat peraturan di kelas dengan mengutamakan kalimat positif, bisa dilaksanakan,  yang ringkas,  bisa dipahami,  melibatkan anak serta jika melanggar ada konsekuensinya.

“Dalam pengasuhan yang harus diperhatikan dan harus bijak sebagai pendidik,  di kala anak cari perhatian maupun ingin menguasai sebuah pelajaran. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, guru mampu menjadi guru yang baik bagi anak didiknya sehingga selalu dirindukan kehadirannya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)