::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sambangi PBNU, GP Ansor Minta Nasihat kepada Kiai Said

Senin, 20 Maret 2017 18:17 Nasional

Bagikan

Sambangi PBNU, GP Ansor Minta Nasihat kepada Kiai Said
Jakarta, NU Online
Pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengunjungi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU Lantai 3, Senin (20/3). 

“Sebagaimana anak yang sowan kepada orang tuanya biasanya ada masalah. Begitupun Ansor yang sowan ke PBNU,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor  H. Yaqut Cholil Qoumas memulai pembicaraan.

Laki-laki yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut mengaku, maksud kedatangannya adalah untuk meminta nasihat dan masukan dari KH Said Aqil Siroj terkait dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh Ansor.

“Terutama terkait Pilkada DKI Jakarta,” jelasnya.

Gus Yaqut mengaku khawatir jika apa yang terjadi di Jakarta akan menyebar ke daerah-daerah yang lain. Lebih lanjut, ia mengtakan, secara organisasi GP Ansor netral terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. 

“Meski banyak pihak yang mendorong kami supaya memihak (salah satu calon),” paparnya.

Menanggapi hal itu, KH Said Aqil Siroj mengatakan, Pengurus GP Ansor jangan pernah merasa sendiri, minder, dan putus asa. “Kita enggak sendirian. NU enggak sendirian, Ansor enggak sendirian. Ada kiai-kiai sepuh di belakang,” katanya.

Yang penting, jelas Kiai Said, pengurus Ansor harus tetap memegang prinsipnya, yaitu istikamah dan konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang berprinsip insyaallah selamat,” jelas alumni Universitas Umm Al-Qurra Mekkah itu.

Terkait dengan Pilkada DKI Jakarta, Kiai Said menjelaskan, kalau tidak suka dengan calon tertentu, maka tinggal tidak usah dipilih. “Kalau enggak seneng Anies ya gak usah dipilih. Kalau enggak seneng Ahok ya enggak usah dipilih,” cetusnya.

Ia berharap, NU bisa menjaga Pilkada DKI Jakarta agar tidak terjadi lagi kekisruhan yang tidak perlu. “Kita harus jaga Pilkada DKI (Jakarta) ini,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)