::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal

Senin, 20 Maret 2017 21:30 Nasional

Bagikan

Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal
Jakarta, NU Online
Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-71 Muslimat NU akan digelar di Masjid Istiqlal, Jalan Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Selasa, (28/3) mendatang.

Tak kurang dari 10 ribu warga Muslimat NU se-Jawa dan Lampung akan hadir di lokasi. Tema Harlah kali ini, “Satukan Langkah Membangun Negeri, Menjaga NKRI.”

Hanya saja, puncak peringatan Harlah tahun ini tak sebesar tahun lalu di Stadion Gajayana, Kota Malang, 26 Maret 2016, yang dibanjiri sekitar 70 ribu warga Muslimat NU plus pencatatan dua rekor MURI: Jilbab putih dan rebana terbanyak. Hadir pula waktu itu Presiden Joko Widodo dan sejumlah pimpinan lembaga negara.

“Tapi kepastiannya tunggu ya. Kita baru akan rapat dengan Ibu Ketum (Hj Khofifah Indar Parawansa),” terang Sekretaris Umum (Sekum) PP Muslimat NU, Hj Ulfah Mashfufah, Sabtu (18/3) dilansir situs MNU Online.

Termasuk apakah akan dihadiri Presiden Jokowi seperti lalu, Ulfah belum bisa memastikan, “Belum, belum. Tunggu hasil rapat sama Ibu Ketum ya,” tandasnya.

Puncak peringatan Harlah tahun ini akan diawali dengan pelantikan pengurus PP Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

“Jadi judul acara tanggal 28 itu pelantikan dan Harlah ke-71,” jelas cucu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) itu. (Red: Fathoni)