::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cara Santri Majelis Rajeg Bantu Yatim dan Dhuafa

Selasa, 21 Maret 2017 13:01 Nasional

Bagikan

Cara Santri Majelis Rajeg Bantu Yatim dan Dhuafa
Jakarta, NU Online
Santri Majelis Rajeg sangat percaya apabila setiap kegiatan dan setiap waktu melibatkan Allah, maka semua urusan akan menjadi mudah. Keyakinan tersebut jugalah yang mendasari mereka melakukan pengadaan Kartu Sehat bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Peluncuran Kartu Sehat dilangsungkan Senin (20/3). 

Pembina Majelis Rajeg, Nur Rahman mengungkapkan, Kartu Sehat dikelola oleh Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Sedekah (JPZIS) Majelis Rajeg di bawah pembinaan NU Care LAZISNU.

“JPZIS Majelis Rajeg dan NU Care ingin memastikan adanya jaminan kesehatan untuk yatim dan dhuafa. Ini juga sebagai bentuk pelayanan kesehatan dari NU bagi umat, senada dengan amanat Muktamar NU di Jombang bahwa dakwah NU melalui kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi umat,” terang Rahman.

Rahman menambahkan, program tersebut dimulai dengan pendataan anak yatim dan dhuafa di lingkungan Perum Rajeg. Saat ini sudah ada 50 anak yatim dan dhuafa yang terlindungi melalui program Kartu Sehat.

“Setiap ada anak yatim dan dhuafa yang sakit dan berobat di klinik terdekat dengan membawa Kartu Sehat. Selanjutnya pihak klinik akan melakukan penagihan ke JPZIS Majelis Rajeg, dan JPZIS Majelis Rajeg yang akan membayar biaya pengobatan dan pemeriksaan,” urai Rahman tentang prosedur penggunaan Kartu Sehat.

Sumber dana berasal dari para santri Majelis Rajeg yang telah melakukan Gerakan Belajar Zakat (GBZ). Melalui GBZ para santri mengisi kotak sedekah setiap hari. Dana kemudian dikumpulkan sebulan sekali dari setiap rumah jamaah.

“Kami berharap masyarakat bisa mengambil manfaat dari GBM ini,” tutup Rahman. (Kendi Setiawan/Fathoni)