::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Unggah Perkataan Kiai di Internet, Bacalah Basmalah dan Kirim Fatihah

Jumat, 24 Maret 2017 16:47 Nasional

Bagikan

Unggah Perkataan Kiai di Internet, Bacalah Basmalah dan Kirim Fatihah
Jakarta, NU Online
Sudah lazim di kalangan santri bahwa salah satu akhlak mencari ilmu adalah menghormati guru. Penerapannya tidak hanya memuliakan sang guru, namun juga terhagap keluarga sang guru, kepemilikannya maupun kitab karyanya.

Karena itulah setiap hendak membaca kitab atau mengutip qaul (ujaran) guru, jangan lupa membaca basmalah dan mengirim bacaan surat al-Fatihah kepadanya. Di era digital sekarang, itu berarti setiap mau mengunggah foto, video, audio, atau mengutip kalimat dari sang kiai di media internet, akhlak tersebut harus tetap dipraktikkan. Jadi harus membaca bismillah sebelum mengunggah, dan mengirim bacaan surat al-Fatihah kepadanya.

Demikian disammpaikan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi ketika memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN NU) di Hotel Millenium Jakarta, Jumat (24/3/2017).

"Kita jangan melupakan akhlak itu. Bacalah basmalah dan kirim al-Fatihah setiap upload sesuatu dari kiai ke internet," ujar tokoh muda NU yang selalu mengaku santri ini.

Dosen Sastra Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, membaca basmalah dan mengirim doa dengan bacaan surat al-Fatihah ketika mengunggah konten dari kiai, itu ada manfaatnya. Selain berpahala karena bernilai amaliyah ibadah, juga membawa kebaikan yang ia sebut barokah.

"Pasti ada manfaatnya. Barokah yang banyak. Saya sudah membuktikannya, percalah," tutur dosen yang meraih gelar doktor dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) dengan meneliti Hizib ulama ini.

Ulil yang suka mengumpulkan Hizib, terutama Hizib dari Imam Al-Syadzili, mengajak seluruh peserta Rakernas LTN NU untuk berjuang serius mengampanyekan NU dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di media digital, yakni dengan pemanfaatan media sosial dan internet secara maksimal.

Menurut salah seorang pengasuh rubrik keislaman di NU Online ini, NU harus memperkuat jam'iyyahnya agar well organized, serta terus menata jamaah agar semakin kuat dan solid. (Ichwan/Mahbib)