::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dijamin Tak Sesat, Keilmuan Santri Sampai Rasulullah

Ahad, 02 April 2017 20:01 Pesantren

Bagikan

Dijamin Tak Sesat, Keilmuan Santri Sampai Rasulullah
Para santri (ilustrasi)
Tangerang, NU Online
Kekhasan ilmu dunia pesantren adalah ketersambungan sanad dari kiai sampai ke Rasulallah SAW. Itu yang membedakan dengan pendidikan pada sekolah umum. Untuk menjaga sanad itu, Pesantren Putri Al-Hasaniyah melakukan ujian pengambilan sanad dan ijazah kitab kepada para santriwati.

Kepala Dirosah Pesantren Putri Al Hasaniyah KH. M. Mahrusillah menjelaskan bahwa dalam tradisi pesantren ada yang disebut dengan sanad. Keilmuan yang diajarkan oleh guru terhadap murid jelas jalur keilmuannya sampai ke Rasullallah. Jadi, belajar di pesantren dijamin tidak akan sesat pemahaman sebab gurunya punya sanad ilmu yang jelas.

"Jadi, jika dirunut dari guru kamu (para santri) saat ini, maka sanad mengaji mu sampai ke Rasulallah pada nomor urut ke 38, sebab rata-rata gurumu bersanad ke-37," ujarnya dalam sambutannya pada kegiatan Haflah Akhirussanah Dirosah Diniyyah Pondok Pesantren Putri Al Hasaniyah Rawalini Teluknaga Tangerang, Jumat (31/3) malam.

Di waktu yang sama, H. Muhamad Qustulani, salah satu pengasuh pesantren menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Haul Ke 10 Pengasuh Pesantren Putri Al-Hasaniyah Rawalini, KH Muhammad Zarkasyi bin KH.M. Hasan.

Ia pun menjelaskan sanad diberikan kepada seluruh santri yang sudah menyelesaikan setoran hafalan kitab (turats) kuning dan diujikan secara lisan dan tulisan. Di antara kitab yang disanadkan adalah yaitu Awamil Jurjani, Aqidatul Awam, Tuhfatul Athfal, al-Jurumiyah,  dan Tasrifan KH M. Hasan. 

"Santri dalam setingkat tingkatan kelas dibebankan hafalan wajib kitab turats. Seperti Yanti salah satu santri putri kelas 3 Sekolah Dasar sudah mampu menghafal kitab Awamil Jurjani," imbuhnya.

Acara diikuti oleh 300-n santri putri Al Hasaniyah dan 18-an santri putra Kimiyaussaadah. Hadir pada kegiatan tersebut Kiai Abdul Azis, Nyai Hj. Tamamal Afiyah, dan para pengasuh pesantren lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)