::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Inilah Cita-cita Gus Dur Saat Masih Usia Empat Tahun

Sabtu, 15 April 2017 20:31 Daerah

Bagikan

Inilah Cita-cita Gus Dur Saat Masih Usia Empat Tahun
Purworejo, NU Online
KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur memiliki impian dan cita-cita semenjak kecil. Hal ini di ungkapkan KH Abdurrahman Bajuri, alumnus pesantren Tebuireng, Jombang, tahun 1938-1945, kepada NU Online, Sabtu (15/4).

Ketika itu, lanjut Kiai Bajuri, anak yang kelak jadi presiden itu masih kecil - umurnya sekitar empat tahunan. Gus Dur sering bermain ke kamar pesantren. Kemudian para santri mengerubuti, bertanya dan menggodanya.

Dalam suatu kesempatan, santri menanyakan cita-citanya. "Gus, besok kalau sudah besar mau jadi apa?" tanya salah satu santri.

"Mau jadi pemimpin umat," jawab Gus Dur.

"Lho, kok pemimpin umat? Pemimpin  Islam aja gimana?" timpal santri yang lain.

"Nggak!" jawab Gus Dur kecil, keukeuh.

"Kalau pemimpin Indonesia?" timpal santri lagi.

"Nggak, pokoknya pemimpin umat," jawab Gus Dur, teguh, tak goyah.

Demikianlah cita-cita kecil Gus Dur, yang secara ajaib seakan sudah tahu konsep "ummah" Nabi Muhammad SAW dalam membangun Negara Madinah, yang terdiri dari berbagai suku, ras, etnis dan agama.

Dan kita menyaksikan, setelah lebih dari setengah abad, cita-cita kecil Gus Dur itu ia dapatkan. Ia melampaui sekat suku, kelompok, partai dan bahkan agama. Ia adalah guru bangsa. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)