::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kelompok Pengusung Khilafah Bukan Wacana Lagi, Tapi Gerakan

Ahad, 16 April 2017 19:02 Nasional

Bagikan

Kelompok Pengusung Khilafah Bukan Wacana Lagi, Tapi Gerakan
Ketum PP GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta, NU Online
Belakangan, Banser di lapangan kerap meminta menghentikan kegiatan yang dilakukan kelompok yang ingin mengganti dasar negara Indonesia dari Pancasila menjadi khilafah. Gara-gara hal itu, kemudian Banser dicitrakan miring di media tertentu. Padahal itu upaya Banser menjaga dan mencintai negerinya sendiri.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas,  kelompok yang secara tersurat tujuannya jelas mendirikan khilafah islamiyah artinya mereka ingin membubarkan NKRI.

“Ini yang kami lawan. NKRI ini sudah melalui proses panjang oleh para pendiri yang di dalamnya ada para pendiri jam’iyah NU. Bagi kami, menjaga NKRI itu menjaga warisan para kiai,” ungkapnya di Jakarta, Jumat malam (14/4).

Ia menambahkan, ancaman terhadap negara itu bukan hanya fisik, tetapi juga gagasan, ujaran, wacana dan lain sebagainya.

Nah, kelompok pengusung khilafah itu, lanjutnya, bukan gagasan lagi, tapi gerakan. Padahal mereka melakukannya di negara yang sudah menyatakan dasar negaranya final.

“Artinya, tidak usah nenunggu orang angkat senjata, baru dianggap sebagai ancaman. Penyebaran ide alternatif bentuk negara, seharusnya sudah bisa dikenakan pasal ancaman terhadap negara.” (Abdullah Alawi)