::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketika Pendapatan Negara Berkurang

Selasa, 18 April 2017 19:03 Humor

Bagikan

Ketika Pendapatan Negara Berkurang
Hayyan, Gubernur Mesir di era Amirul Muminin Umar bin Abdul Aziz, duduk di kursi menengadah ke langit-langit kantornya. Kepalanya pusing. Melihat kenyataan sosial di Mesir, ia berpikir bahwa setorannya ke Ibu Kota di Baghdad pasti minus. Pasalnya pendapatan negara dari sektor jizyah (upeti yang dipungut dari non-Muslim) di Mesir turun merosot.

Sebagaimana diketahui, Amirul Muminin Umar bin Abdul Aziz adalah seorang penguasa yang sangat adil lagi zuhud. Ia wafat pada 101 H.

“Selamat pagi Amirul Muminin. Semoga paduka yang mulia sehat sejahtera dalam lindungan Allah SWT. sehubungan dengan ini, izinkan hamba menyampaikan laporan belakangan ini. Hamba mohon maaf. Orang-orang di sini telah memeluk Islam. Artinya, ke depan tidak ada lagi pendapatan negara dari sektor jizyah,” kata Hayyan dalam sepucuk suratnya kepada Umar bin Abdul Aziz.

Menerima laporan ini Umar bin Abdul Aziz tersenyum. Ia kemudian mengambil pena dan menulis tanggapannya.

“Semoga Allah jauhkan kita dari jizyah. Wahai Hayyan, kau harus ingat bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa petunjuk, bukan petugas pemungut jizyah,” tulis Umar bin Abdul Aziz dalam surat balasannya. (Alhafiz K)


*) Dikutip dari Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin (Hikayat Orang Dungu dan Orang Lalai) karya Abdurrahman Al-Jauzi. Judul oleh pengutip.