::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cuti ala Gus Dur

Kamis, 20 April 2017 06:30 Humor

Bagikan

Cuti ala Gus Dur
Cuti merupakan jadual libur yang diambil oleh pegawai pada waktu tertentu, tak terkecuali bagi seorang Presiden.

Namun demikian lain menurut Gus Dur. Baginya, seorang Presiden tidak ada waktu untuk meliburkan diri. Lalu bagaimana untuk mengatasi rasa lelah dan capek?

Cerita terkait ini berawal dari usulan cuti. Gus Dur ditanya tentang persoalan cuti seorang Presiden RI.

“Gus, menurut Anda, bagaimana tentang cuti ini?” tanya seorang wartawan kepadanya.

“Cuti? Waah, urusan negara teramat penting untuk ditinggal cuti oleh presidennya hanya karena lelah bekerja,” jawab Gus Dur tegas.

“Lalu bagaimana untuk mengatasi lelah bagi seorang Presiden kalau tidak ada cuti, Gus?” wartawan lain menimpali.

“Kalau lelah, ya tidur saja tidak usah cuti segala,” jawab Gus Dur enteng.

Gus Dur kembali berseloroh, “Begini, waktu saya jadi Presiden, saya tidak pernah cuti. Kalau lelah ya tidur meski lagi sidang kabinet”.

Tawa orang-orang yang sedang mengelilinginya pun pecah, “Geeerrr....”.

(Fathoni Ahmad) 

Cerita ini disarikan dari buku "The Wisdom of Gus Dur: Butir-butir Kearifan Sang Waskita" (Imania, 2014).